Sutopo Purwo Nugroho semasa hidup. (istimewa)

Sutopo Purwo Nugroho semasa hidup. (istimewa)



MALANGTIMES - Kabar duka kembali menyelimuti publik Indonesia. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) Sutopo Purwo Nugroho telah berpulang pada Minggu (7/7/2019) sekitar pukul 02.00 dini hari waktu Guangzhou, China.

Kabar meninggalnya pria yang lama berjuang untuk sakit kanker paru-paru yang diderita sejak 2017 silam itu pun membuat publik bersedih. Di Twitter, ucapa belasungkawa mengalir deras mengingat perjuangan sosok luar biasa tersebut. Tagar Innalilahi dan tagar ripsutopo pun ramai diperbincangkan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti juga turut menyampaikam rasa duka dan belasungkawanya tersebut melalui akun resmi Twitter-nya. Dia pun berdoa agar Sutopo diterima di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggal tetap tabah.

"Duka cita yang mendalam, atas meninggalnya Bapak Sutopo Purwo Nugroho. Semoga almarhum diterima di sisi-Nya. Keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan," tulis Susi Pudjiastuti Minggu, (7/7/2019) sekitat pukul 06.15 WIB.

Ucapan belasengkawa juga datang dari banyak pengguna Twitter lainnya. Salah satunya akun resmi Palang Merah Indonesia (PMI) yang menyampaikan duka mendalam kepada sosok pria yang begitu getol berjuang untuk kemanusiaan itu. Dalam akun juga dicuitkan rasa terima kasih atas dedikasi dan perjuangan luar biada dari sosok Soetopo.

"Innalilahi wa innalilahi rajiun. Selamat jalan pak @Soetopo_PN, seorang pejuang kemanusiaan yang berdedikasi tinggi untuk negeri. Semoga diterima di sisi Allah SWT. Terimakasih atas kebaikan dan dedikasimu pak. Perjuangan bapak untuk kemanusiaan akan kami teruskan," cuit akun PMI sembari menyematkan tagar SelamatJalanSutopo.

Kepergian sosok inspiratif tersebut memang membuat publik kehilangan. Soalnya, seorang Sutopo telah mengajari banyak hal kepada publik tentang sebuah kemanusiaan. Di tengah upayanya melawan kanker ganas yang menyerang paru-parunya, Sutopo tetap menjalankan tugasnya dengan penuh ketabahan dan tanpa mengeluh ketika Indonesia dilanda bencana.

End of content

No more pages to load