Sampah Kembali Menumpuk di Saluran, Kepala DPUPR: Perilaku Masyarakat Jadi Penentu Bencana

Jul 05, 2019 19:30
Satgas DPUPR saat berupaya membersihkan sampah yang Ada disaluran air (DPUPR for MalangTimes)
Satgas DPUPR saat berupaya membersihkan sampah yang Ada disaluran air (DPUPR for MalangTimes)

MALANGTIMES - Curah hujan yang begitu deras mulai sore hingga malam hari yang terjadi kemarin (4/7/2019) meninggalkan hal yang memilukan. Tumpukan sampah banyak terbawa arus dan meluap serta meninggalkan titik-titik genangan air.

Seperti yang terjadi di kawasan Jalan IR Rais, gang 15, Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Di salah satu saluran air kawasan ini terdapat tumpukan sampah menyangkut pada jembatan bahkan hingga nyaris meluber ke jalan.

Baca Juga : Riset: Surabaya, Gresik, dan Malang Selatan Alami Perubahan Ketinggian Permukaan Tanah

Hal itu tercermin, perilaku warga masyarakat yang masih belum menyadari dan peduli terhadap lingkungan. Saluran air masih banyak digunakan warga sebagai tempat pembuangan sampah.

"Perilaku masyarakat, pada akhirnya menjadi penentu kualitas lingkungan. Sebaik apa pun, sarana dan prasarana yang ada, apabila tidak ditopang dari perilaku ramah dan kepedulian kita terhadap lingkungan, ya percuma pasti berdampak negatif, dan akan menimbulkan musibah dan bencana" ujar Ir. Hadi Santoso, Kepala DPUPR Kota Malang di kantornya.

Lanjutnya, masyarakat harus lebih menyadari, jika perilaku membuang sampah pada saluran air, sangat berdampak besar, khususnya dalam kejadian bencana seperti banjir. Jika masyarakat tidak pro aktif dan ikut peduli tentunya akan sulit tertangani. Sebab, hal tersebut juga membutuhkan peran serta masyarakat.

"Melalui Satuan Tugas (SATGAS) DPUPR, kita setiap hari  terus monitor dan membersihkan saluran air yang selalu bertumpukan sampah, dan menimbulkan genangan air," beber pria yang akrab disapa Soni itu.

Baca Juga : Petugas Kebersihan Kota Batu Imbau Warga Tetap di Rumah

Sementara itu, dalam beberapa kesempatan,  Wali Kota Malang, Sutiaji, mengimbau masyarakat serta aparat setempat untuk bisa bersama-sama menggalakkan kegiatan bersih-bersih lingkungan.

“Harus kita antisipasi dini memasuki musim hujan, sekaligus mendorong perilaku sadar, bertanggung jawab dan ramah lingkungan. Untuk menguatkan hal itu juga akan dihidupkan terus menerus pro kasih (program kali bersih). Ini juga bertepatan dengan Bulan Pemantapan Gerakan Nasional Revolusi Mental, yang salah satu giatnya adalah membudayakan hidup bersih,” pungkasnya.

Topik
MalangBerita MalangCurah Hujan TinggiDPUPR Kota Malangperilaku masyarakatPeduli Lingkungansampah di saluran air

Berita Lainnya

Berita

Terbaru