Ilustrasi sosok dan nama-nama dari parpol dan ormas di kabinet Jokowi-Ma'ruf 2019-2024 yang mulai ramai bermunculan (Ist)

Ilustrasi sosok dan nama-nama dari parpol dan ormas di kabinet Jokowi-Ma'ruf 2019-2024 yang mulai ramai bermunculan (Ist)



MALANGTIMES - Partai politik (parpol) koalisi Jokowi-Ma'ruf mulai ramai membicarakan jatah kursi kabinet. Bahkan, PBNU pun telah mempersiapkan nama-nama kadernya untuk meramaikan bursa kursi kabinet.

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) melalui Muhaimin Iskandar, bahkan secara lugas menyampaikan hasratnya untuk mendapat jatah kursi kabinet Jokowi-Ma'ruf. PKB telah mengajukan 10 kader terbaiknya untuk mengisi jatah di pemerintahan baru Jokowi.

"Sudah diajukan kader-kader terbaik kita. Minimal dari PKB bisa diakomodir 5 kursi. Tapi semua nanti terserah pak Jokowi. Itu hak prerogatif presiden. Yang pasti PKB telah membuktikan sebagai parpol koalisi yang loyal selama ini," ucap Cak Imin panggilan Ketua PKB setelah bersama rombongan menghadap Jokowi.

Tidak hanya PKB, Partai NasDem yang mengalami peningkatan suara dibanding pemilu 2014 lalu. Juga telah mengajukan kader terbaiknya. NasDem mengajukan jatah 11 kursi menteri. Alasannya, perolehan suara Nasdem di Pemilu 2019 lebih banyak dari PKB yang sebelumnya hendak mengajukan 10 nama. 

"Perolehan suara NasDem di Pemilu 2019 lebih besar daripada PKB. Sudah sepantasnya NasDem mengusulkan 11 calon menteri," ujar Taufiqulhadi politisi NasDem.

Partai Golkar sebagai bagian koalisi belum menyampaikan persoalan tersebut. Sama dengan PDI-Perjuangan sebagai pengusung Jokowi sampai terpilih kembali menjabat presiden.

Melalui politisi PDI-Perjuangan Arteria Dahlan, pihaknya sampai saat ini belum mengajukan jatah kursi kepada kadernya yang menjadi presiden. PDI-Perjuangan, tidak ingin menambah beban pikir Jokowi terkait hal tersebut.

"Sah-sah saja parpol pendukung mengajukan kader sebagai calon menteri. Semua usulan itu tentu akan dipertimbangkan dengan seksama. Kita serahkan semua kepada pak Jokowi. Kami belum pernah meminta itu," ujar Arteria.

Tidak hanya parpol koalisi yang sudah ramai mengajukan jatah kursi kabinet. PBNU pun telah memiliki calon-calon dari kadernya. Bahkan, menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU, Ahmad Helmy Faishal Zaini, sudah ada sekitar 20 nama untuk mengisi kursi kabinet pemerintahan Jokowi-Ma'ruf periode 2019-2024.

"Kita punya banyak nama untuk itu. Ada sekitar 20 nama nantinya kalau memang ada lampu hijau. Ini kan baru lampu kuning," ujar Helmy.

Penyiapan nama dari PBNU itu didasarkan dengan adanya wacana Jokowi akan memberikan jatah kursi kabinet, bukan hanya untuk parpol pendukungnya saja. Tapi, juga akan memberi kesempatan kepada NU untuk mengisi kursi kabinet.

“Posisi kita sebagai bagian dari civil society selalu bersama negara. Sisi lainnya, kita siap jika diminta oleh presiden untuk mengajukan nama-nama calon menteri di bidang profesi apa pun. Tapi sekali lagi semua itu hak prerogatifnya presiden,” ujarnya.

Ma'ruf Amin pun dalam kesempatan terpisah mengatakan kepada media, bahwa kursi kabinet direncanakan akan diisi parpol pendukung dan dari unsur profesional. Tapi, lanjutnya, sampai saat ini belum ada pembicaraan khusus terkait hal itu.

"Jadi memang belum. Apalagi sampai ke nama-nama calon yang akan menduduki kabinet nanti," ucapnya.

End of content

No more pages to load