MALANGTIMES - Bisnis penginapan di Malang Raya makin menjanjikan seiring dengan perkembangan kawasan tersebut sebagai jujukan wisata unggulan Jawa Timur. Salah satu indikasinya, yakni makin kuatnya penetrasi pasar dari berbagai virtual hotel operator (VHO) yang banyak menyasar hotel maupun guest house menengah dan low budget. 

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Malang bahkan tengah melakukan kajian terhadap keberadaan VHO yang kian merambah. Terlebih, keberadaan VHO dinilai berdampak positif dengan makin luasnya pemasaran kamar dan membagi rata "kue" okupansi. Selama ini, okupansi didominasi oleh hotel-hotel berbintang yang bekerja sama dengan online travel agent (OTA). 

Ketua Badan Pengurus Cabang (BPC) PHRI Malang Dwi Cahyono mengungkapkan, kehadiran VHO memberikan angin segar kepada para hotelier. "Dengan adanya VHO, bisa membagi rata okupansi yang tersedia. Mulai hotel bintang lima, kelas melati dan bintang satu. Kalau hotel bintang 3-5, lebih banyak yang kerja sama dengan OTA yang besar," terangnya.

"Jadi ada pemerataan, karena kan VHO ini tidak memberikan nama hotel. Tetapi sifatnya menyediakan kamar dengan range budget tertentu. Ini yang membuat hotel-hotel, guest house, bed and breakfast bisa kebagian," tambahnya saat ditemui MalangTIMES.com.

Hal tersebut dinilai sebagai salah satu tradisi baru untuk mendongkrak angka okupansi kamar, umumnya pada hotel bintang satu hingga hotel kelas melati. 

Bahkan, beberapa guest house yang bekerja sama dengan VHO tersebut terbukti terdongkrak okupansinya. "Selama ini, kami terus melakukan koordinasi dengan hotel bintang satu dan melati untuk melihat perkembangan okupansi dengan adanya VHO. Namun, untuk guest house, hanya ada beberapa saja. Sebab, sebagian besar masih belum terdata," sebutnya. 

Meski demikian, saat ini PHRI juga terus mendukung agar hotelier juga terus mengambangkan sisi lain. Misalnya MICE maupun food and beverage (FnB). "Sekarang kontribusi FnB termasuk MICE lebih banyak, lebih dari 50 persen terhadap pendapatan hotel. Itu yang belum masuk ke VHO. Ini nanti juga bisa dikaji lebih lanjut untuk menentukan strategi pemasaran," pungkasnya. 

VHO adalah model bisnis baru yang dijalankan oleh perusahaan rintisan bidang digital atau startup. Saat ini, di Indonesia sudah ada beberapa VHO seperti RedDoorz, OYO, Airy, Nida Rooms, dan ZEN Room. Untuk wilayah Kota Malang, banyak hotelier yang terdongkrak okupansinya setelah bergabung dengan VHO.