MALANGTIMES - Sampai dengan pertengahan 2019, kebakaran dominasi jenis bencana di Kota Malang. Tercatat, pada Juni 2019 saja terdapat delapan kebakaran dari total sembilan bencana yang melanda kota pendidikan ini. 

Sementara sejak Januari lalu, tercatat ada 103 kejadian bencana dengan 88,8 persen adalah kebakaran.

Salah satu anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, Aziz menyampaikan, sepanjang Juni tercatat sembilan kejadian melanda Kota Malang. Delapan diantaranya kebakaran yang melanda bangunan, rumpun bambu, hingga area perkampungan.

"Juni saja ada delapan kasus kebakaran, dan satu kasus pohon tumbang," katanya belum lama ini.

Potensi kebakaran menurutnya meningkat seiring dengan udara kering dan hembusan angin yang begitu kencang. Selain itu, ada banyak tanaman dan semak belukar yang mengering akibat kemarau. Meski begitu, disebutkan jika jumlah bencana yang terjadi selama Juni mengalami penurunan hingga 30 persen dibanding Mei 2019.

Bencana yang terjadi pada semester pertama 2019 itu memang mengalami peningkatan dibanding semester pertama 2018. Pada semester awal 2018, tercatat ada 93 kejadian. Sementara pada semester awal 2019 ini ada 103 kejadian yang didominasi kebakaran serta tanah longsor.

"Nilai kerugian sampai Rp 9,9 Miliar," terangnya.

Kondisi Kota Malang yang memungkinkan dengan berbagai jenis bencana pun membuat pemerintah menyarankan masyarakat untuk terus mawas diri dan meningkatkan kewaspadaan. Terlebih di musim kemarau, angin kencang masih diprediksi terjadi.

"Masyarakat harus tetap waspada dengan setiap kemungkinan bencana. Dam ada baiknya agar tidak membuang puntung rokok sembarangan karena bisa menyulut api. Saat membakar sampah ada baiknya ditunggu sampai apinya mati agar tak menjalar," pungkasnya.