Produk Unggulan Kabupaten Malang Curi Minat Daerah Lain dalam APKASI Otonomi Expo 2019

MALANGTIMES - Berbicara produk unggulan Kabupaten Malang, maka akan ada deretan panjang nama-nama yang akan membuat siapapun terpincut dan jatuh cinta. 

Dengan semboyan yang diusung Malang Kabupaten Jantungnya Jawa Timur, berbagai produk unggulan melimpah ruah dengan konsistensi rasa dan kualitas menawan.

Hal ini dibuktikan dalam ajang Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Otonomi Expo 2019 yang digelar di Jakarta, Rabu (03/07/2019).

Melalui APKASI Otonomi Expo tersebut, berbagai produk unggulan ditampilkan dan bersaing merebut perhatian yang datang mengunjungi perhelatan yang diikuti 416 kabupaten se-Indonesia tersebut.

Di acara itu, Kabupaten Malang menampilkan beberapa produk unggulannya. Salah satunya produk kopi Tango Karlos yang  berasal dari Desa Tawang Argo, Kecamatan Karangploso, serta olahan produk susu perahan dan kerajinan lokal dari berbagai wilayah kecamatan di Kabupaten Malang.

"Kita tampilkan beberapa saja produk unggulan Kabupaten Malang dalam expo ini. Tapi dengan hanya sedikit dari begitu banyaknya produk unggulan kita sudah mampu menarik perhatian banyak orang," kata Plt Bupati Malang Sanusi, Rabu (03/07/2019) saat mengunjungi expo di sela acara Rapat Kerja Nasional XIV APKASI tahun 2019, di Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat.

Pernyataan Sanusi itu terbukti dengan berbagai macam apresiasi dan antusias yang hadir dalam APKASI Otonomi Expo. Dimana, di stand Kabupaten Malang, para pengunjung selain melihat langsung produk unggulan juga bisa mencicipi kopi tango Karlos.

Bahkan, sejumlah kepala daerah dan perwakilan daerah tampak asyik mengunjung stand pameran milik Pemkab Malang ini. Misalnya, Wakil Bupati Gresik, Moh Qosim, yang menyatakan ketertarikannya dengan produk unggulan yang diusung Pemkab Malang.

"Saya terkesan dengan stand Pemkab Malang ini. Selain lengkap menyuguhkan produk yang disukai masyarakat rasanya juga enak dan berbeda, seperti kopi tango Karlos ini," ujarnya yang juga menambahkan, kopi tango Karlos mantap sekali rasanya.

"Kelakar kita, kopi ini trendnya  dunia dan akherat. Jadi kalau diakhirat nanti dan ingin ngopi, kopinya ya dari Kabupaten Malang," ujarnya.

Qosim juga memuji produk olahan ikan gabus atau ikan kutuk yang dimasak dengan daun kelor. Menurutnya resep olahan kuliner ini sangat luar biasa. 

"Olahan makan ini luar biasa. Selain enak juga menyehatkan. Ikan gabus bisa menambah albumin, daun kelornya berkhasiat juga. Stand Pemkab Malang wajib dikunjungi," imbuhnya.

Sanusi juga menyampaikan kepada para pengunjung yang terlihat antusias. Bahwa masih banyak produk unggulan lain di Kabupaten Malang, selain yang ditampilkan dalam APKASI Otonomi Expo 2019. 

Selain potensi kopi, juga ada pertanian  tebu yang produknya menjadi andalan di Jatim dengan produksi 40 kita kuintal dan perluasan lahan mencapai 40 ribu hektar (ha),  Kabupaten Malang menjadi penghasil gula terbesar di Jatim.

Masih di sektor pertanian,  Kabupaten Malang dikenal sebagai lumbung padi Jatim dan skala nasional. Kini, terang Sanusi,  Pemkab Malang juga telah menciptakan benih padi jenis  Brang Biji yang dapat menghasilkan 15 ton per hektarnya.

‘’Unggulan lainnya tentu disektor pariwisata berbasis desa. Contohnya  Café Sawah Pujon Kidul, Kecamatan Pujon yang sudah menasional. Di sektor perikanan kita juga penghasil ikan tuna potensial yaitu di pelabuhan ikan sendang biru. Jadi masih banyak produk unggulan kita yang tentunya tidak bisa diangkut semua dalam expo," ujar Sanusi.

Disinggung harapan dengan mengikuti APKASI Otonomi Expo 2019, Sanusi menjelaskan, agar produk-produk unggulan bisa dikenal lebih luas dan merata. Ujungnya akan tercipta saling silang produk antaar daerah yang akan menguatkan perekonomian daerah secara integral. 

"Di APKASI ini diusung semangat “Dari dan untuk Kita Semua”, dengan tujuan mempersatukan seluruh potensi menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan dikancah internasional," pungkasnya.

 

Top