Tarif Baru Berlaku Bertahap, Driver Go-Jek di Malang Khawatirkan Perang Promo

MALANGTIMES - Regulasi tarif berbasis zona bagi ojek online (ojol) sudah mulai diterapkan oleh Go-Jek secara bertahap. Hal itu setelah Kementerian Perhubungan memberi masa percobaan pemberlakuan tarif baru sejak 1 Mei lalu. Di tingkat mitra ojol atau driver, muncul kekhawatiran soal perang promo dengan perusahaan penyedia lain.

Chief Corporate Affairs Go-Jek Nila Marita melalui keterangan tertulis mengungkapkan bahwa pihaknya mulai mengimplementasikan regulasi tarif berbasis zona untuk ojek online di empat puluh satu kota di Indonesia. Hal tersebut sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan (Kepmenhub) 348/2019.

"Go-Jek mematuhi aturan pemerintah untuk memberlakukan penerapan biaya jasa ojek online sebagaimana diatur di dalam KP 348/2019. Kami telah menyesuaikan tarif di seluruh 41 kota operasional kami sesuai dengan arahan dalam Surat Edaran Dirjen Hubdar yang kami terima (2/7) perihal Penambahan Wilayah Pemberlakuan Biaya Jasa," ujar Nila. 

Nila menambahkan, bahwa Go-Jek memiliki misi yang sama dengan pemerintah untuk memastikan pendapatan mitra driver yang berkesinambungan yang mendukung iklim industri yang sehat. "Sebagai karya anak bangsa, Go-Jek akan terus menjadi yang terdepan dalam memastikan kenyamanan mitra dan pengguna layanan Go-Jek," katanya. 

Keputusan kenaikan tarif tersebut, hari ini (3/7/2019) masih belum berimbas di wilayah Kota Malang. Hanya saja, para driver berharap adanya kebijakan perusahaan agar penerapan tarif baru tidak memberatkan konsumen. "Hari ini belum ada pemberitahuan kalau di Malang, tapi teman-teman driver di Solo sudah," ujar Aris Budiman, salah satu driver Go-Jek.

"Menurut teman-teman driver, lebih baik performa yang diturunkan dan insentif dinaikkan. Kalau ongkos yang dinaikkan, penumpang akan lebih banyak memilih pakai aplikasi sebelah yang banyak promo," tambahnya. Menurut Aris, jika penumpang merasa tarif Go-Jek terlalu tinggi maka order yang diterima driver pun akan berkurang. Yang secara otomatis mengurangi pendapatan.

Seperti diketahui, implementasi tarif baru ini mencakup 3 zona. Zona 1 meliputi Sumatera, Jawa (tanpa Jabodetabek), dan Bali. Kemudian Zona 2 meliputi Jabodetabek, dan Zona 3 yang meliputi Kalimantan, Sulawesi, NTT, Maluku, dan lainnya. 

Sesuai peraturan yang baru, tarif batas bawah untuk Zona I yakni Rp 1.850 per km, sedangkan batas atasnya Rp 2.300 per km. Sementara itu, biaya jasa minimal atau dalam 4 km pertama yakni Rp 7.000 - Rp 10.000.

Sementara itu, untuk Zona Jabodetabek besarannya yakni batas bawah Rp 2.000 per km dan batas atas Rp 2.500 per km. Adapun, biaya jasa minimal dalam 4 km pertama antara Rp 8.000 - Rp 10.000. 

Untuk Zona Ill, tarif batas bawah yakni Rp 2.100 per km dan batas atasnya Rp 2.600 per km. Sementara itu, biaya jasa minimal dalam 4 km pertama kisaran Rp 7.000 - Rp 10.000.

Top