Grafis pertumbuhan ekonomi Kota Malang berdasarkan PDRB tahunan. (Foto: Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang)

Grafis pertumbuhan ekonomi Kota Malang berdasarkan PDRB tahunan. (Foto: Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang)



MALANGTIMES - Perkembangan ekonomi nasional dan global turut berimbas pada perekonomian di tingkat regional. Untuk Kota Malang misalnya, angka pertumbuhan ekonomi pada 2018 lalu mencapai 5,72 persen. Meski lebih tinggi dari angka nasional maupun Jawa Timur, pertumbuhan itu cenderung melandai dalam lima tahun terakhir. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, laju pertumbuhan ekonomi dilihat dari produk domestik regional bruto (PDRB) mencapai titik tertinggi pada 2012 lalu dengan angka 6,26 persen. Angka itu turun menjadi 6,20 persen pada 2013. Pertumbuhan ekonomi kembali anjlok pada 2014 hingga angka 5,80 persen dan berlanjut turun hingga 5,61 persen selama periode 2015 dan 2016. 

Sinyalemen positif mulai terlihat pada 2017 lalu dengan adanya kenaikan pertumbuhan ekonomi ke angka 5,69 persen. Meski merangkak pelan, tren kenaikan itu berlanjut di 2018 pada angka 5,72 persen. 

Kepala BPS Kota Malang Sunaryo menguraikan, PDRB Kota Malang mencapai Rp 67,93 triliun atas dasar harga berlaku (ADHb). "Dibandingkan periode sebelumnya, pertumbuhan ekonomi pada periode 2018 ini lebih tinggi 0,03 poin," terangnya.

"Tren 9 tahun terakhir ada pertumbuhan, tetapi melandai 5 tahun terakhir. Namun, jika dibandingkan Jatim dan nasional, Kota Malang lebih tinggi. Itu merupakan suatu keberhasilan Kota Malang dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi," tambahnya. 

Untuk diketahui, PDRB Jawa Timur pada 2018 mencapai Rp 2.189,78 triliun ADHb atau tumbuh 5,50 persen. Sementara secara nasional, pertumbuhannya berada di angka 5,17 persen. 

Lebih lanjut, Sunaryo menguraikan bahwa kontributor tertinggi berdasarkan lapangan usaha ditempati oleh sektor perdagangan yang mencapai 29,91 persen. Disusul sektor industri 25,91 persen dan konstruksi 12,73 persen. "Share kue ekonomi di kelompok perdagangan besar dan eceran menunjukkan porsi semakin besar. Sementara industri semakin mengecil," tuturnya.

Sedangkan sektor yang mengalami pertumbuhan paling pesat selama periode 2018 yakni di bidang jasa perusahaan yang tumbuh sebesar 7,84 persen, jasa kesehatan 7,32 persen, dan real estate tumbuh 7,01 persen. "Kelompok akomodasi dan konstruksi juga naik sedikit. Artinya ada pergeseran struktur ekonomi. Itu pasti memberi sumbangan menentukan arah kebijakan perekonomian Kota Malang," pungkasnya.

End of content

No more pages to load