Salah satu aktifitas peternak ayam di kawasan Wonokoyo, Kedungkandang Kota Malang (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Salah satu aktifitas peternak ayam di kawasan Wonokoyo, Kedungkandang Kota Malang (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Anjloknya harga ayam di beberapa wilayah di Indonesia sempat membuat pelaku usaha peternakan ayam kelimpungan.

Bagaimana tidak, harga ayam tersebut per kilonya mencapai angka Rp 8 ribu saja.

Bahkan, di wilayah Jawa Tengah para peternak terpaksa mengosongkan kandang ayamnya lantaran takut mengalami kerugian yang lebih besar.

Namun, di Kota Malang para peternak ayam menghadapi anjloknya harga ayam dengan lebih legowo. 

Pasalnya, naik turunnya harga ayam sudah biasa meski terkadang ada juga beberapa kolega pelaku usaha ternak ayam yang harus rela gulung tikar.

Salah satu peternak ayam di kawasan Jl Sekar Putih, Wonokoyo Kedungkandang, Muhammad Zainulloh mengatakan harga ayam di Kota Malang memang sempat mengalami penurunan tetapi sudah satu minggu belakangan ini merangkak naik.

"Ayam sempat murah memang, sekarang sudah sekitar Rp 15 ribu atau Rp 15.500 per kilo. Paling murah itu sempat nyentuh angka Rp 8 ribu per kilo, itu yang dari kandang ya," ujar dia saat ditemui MalangTIMES di peternakannya, Senin (1/7).

Menurut dia, anjloknya harga ayam tersebut didasari dari jumlah stok yang melimpah.

Sebelumnya harga ayam masih relatif tinggi, yakni mencapai Rp 19 ribu per kilonya. 

"Stoknya melimpah, jadi kalau dengar - dengar itu harganya malah turun. Ya namanya usaha, kadang sulit kadang enggak. Kalau di saya harga tertinggi itu bisa sampai Rp 19 ribu," imbuhnya.

Ia juga mengaku, jika harga ayam turun drastis para peternak mengalami kerugian yang banyak. 

Apalagi, biaya perawatan ayam juga cukup mahal. Namun begitu, perawatannya tidak berkurang dan tetap dijalankan untuk menghasilkan kualitas ayam terbaik saat musim panen.

"Rugi banyak kalau dari peternak, karena sekarang harga pakan mahal. Dari bibitnya saja juga mahal, jadi kalau harganya anjlok kita ya cuma bisa geleng - geleng kepala. Tapi tetap kita syukuri, karena usaha ya begini," pungkas pria yang berusia 30 tahun tersebut.