Proses evakuasi korban kecelakaan mobil yang menerobos perlintasan kereta api di Indramayu. (Foto: iNews/Toiskandar)

Proses evakuasi korban kecelakaan mobil yang menerobos perlintasan kereta api di Indramayu. (Foto: iNews/Toiskandar)



MALANGTIMES - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mewanti-wanti agar para pengemudi mewaspadai perlintasan kereta tanpa palang pintu. Para pengendara dilarang menerobos meski merasa jarak kereta masih jauh. Hal ini menyusul kecelakaan maut yang melibatkan KA 144 Jayabaya relasi Pasar Senen (Jakarta)-Malang dengan mobil Daihatsu Terios E 1826 RA yang menyebabkan 7 korban meninggal dunia. 

Dalam rilis resminya, Minggu (30/6/2019) malam, Vp Publik Relation PT KAI Edy Kuswoyo mengungkapkan bahwa kecelakaan tersebut terjadi pada Sabtu (29/6/2019) sekitar pukul 15.15 WIB di Km 143 + 1, antara Stasiun Hargelis sampai dengan Cilegeh, wilayah Daop 3 Cirebon. "KA 144 (Jayabaya) Relasi Stasiun Pasar Senen - Malang, tertemper mobil Daihatsu Terios, Nopol E 1826 RA, di Km 143+1, perlintasan tidak resmi, tanpa palang pintu," ujarnya.

Perlintasan tersebut merupakan jalan yang menghubungkan Desa Jaya Mulya, Kecamatan Kroya, Indramayu. "Info yang kami terima, mobil Daihatsu Terios yang melintas di perlintasan tersebut, langsung melintas tanpa tengok kanan dan kiri, bersamaan dengan datangnya KA Jayabaya," urainya. 

Kereta tersebut memiliki jumlah rangkaian 8 kereta ekonomi dan 1 kereta makan, dengan jumlah kapasitas 608 penumpang. "Sebanyak 7 orang meninggal, dibawa ke RSU Bhayangkara Losarang, Indramayu. Korban merupakan warga sekitar, tepatnya dari Desa Sarimulya, Kabupaten Indramayu atau 1,2 kilometer dari TKP," paparnya. 

Setelah proses evakuasi, lanjut Edy, di hari yang sama lokasi tersebut dinyatakan aman untuk dilalui kereta api berikutnya. "Kami imbau untuk warga lebih berhati-hati dan melihat situasi terlebih dahulu dari kedua arah sebelum melalui perlintasan yang tanpa palang. Jika ada tanda-tanda kereta mau melintas, lebih baik menunggu daripada nekat menerobos," pungkasnya. 

End of content

No more pages to load