MALANGTIMES - Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang tahun ini melakukan pengaspalan dan pelebaran jalan di beberapa ruas jalan Kota Malang. Pengaspalan dan pelebaran jalan tersebut, salah satunya menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementrian PUPR.

Kepala DPUPR Kota Malang, Hadi Santoso, melalui Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga, Didik Setyanto menjelaskan, jika pengaspalan dan pelebaran menggunakan dana DAK tidak serta merta bisa dilakukan pada semua ruas jalan di Kota Malang.

Sebab ada aturan khusus mengenai pengaspalan atau pelebaran jalan dengan sumber dana DAK. Jalan yang bisa diaspal dengan dana DAK adalah jalan yang memang ruasnya terhubung langsung dengan Jalan Nasional. "Dan dalam aturan penggunaan dan DAK untuk pengaspalan jalan, hanya dikhususkan untuk jalan-jalan yang memang langsung berhubungan dengan Jalan Nasional. Sehingga selain itu tidal bisa," bebernya

Lebih lanjut ia menjelaskan, pihak DPUPR Kota Malang,  sebelumnya memang telah melakukan pengaspalan dan pelebaran di  dua ruas jalan, yakni Jalan Untung Suropati Utara dan Jalan Untung Suropati Selatan. Dan di sana, dua jalan tersebut tersambung juga dengan Jalan Kesatrian.

Namun meskipun begitu, Jalan Kesatrian tak bisa turut dilakukan pengaspalan. Sebab, Jalan Kesatrian tidak terhubung langsung ke Jalan Nasional. "Jalan Kesatrian ke utara terus sampai lampu merah, sampai rampal, nantinya akan kami lanjutkan di Perubahan Anggaran Keuangan (PAK)," jelas Didik saat beberapa waktu lalu ditemui di Kantor DPUPR.

Sementara itu, pengaspalan dan pelebaran jalan yang menggunakan dana DAK, terdapat 10 ruas jalan, yakni

Jalan Kebalen Wetan, dengan anggaean sebesar Rp 1,014 miliar, Jalan Zaenal Zakse dengan anggaran sebesar Rp 2,1 miliar. Jalan Aris Munandar dengan anggaran sebesar Rp 706 juta, Jalan Untung Suropati Utara dan Jalan Untung Suropati Selatan dengan anggaran sebesar Rp 600 juta.

Selanjutnya, Jalan Ade Irma Suryani, dengan anggaran sebesar Rp 2 miliar, Jalan Panjaitan dengan angagran sebesar Rp2,8 miliar. Jalan Ahmad Dahlan, anggaran sebesar Rp 362,6 juta, Jalan Bunga Cengkeh dengan anggaran sebesar Rp 1,4 miliar. Jalan S Supriadi dengan anggaran sebesar Rp 3,3 miliar Jalan Wr Supratman dengan anggaran sebesar Rp 800 juta.