Capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf akan ditetapkan sebagai presiden-wapres hari ini oleh KPU. (Ist)

Capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf akan ditetapkan sebagai presiden-wapres hari ini oleh KPU. (Ist)



MALANGTIMES - Setelah waktu panjang memastikan pemenang Pilpres 2019, baik melalui penghitungan manual di KPU sampai pengajuan sengketa di Mahkamah Konstitusi (MK), akhirnya pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin keluar menjadi pemenangnya. Itu setelah MK membatalkan keseluruhan gugatan dari capres-cawapres Prabowo-Sandiaga.

Keputusan final MK inilah yang menjadi dasar KPU, hari ini (Minggu, 30/06/2019) akan menetapkan Jokowi-Ma'ruf sebagai presiden dan wapres terpilih 2019-2024. Hal ini dibenarkan oleh Ketua KPU Arief Budiman yang mengatakan, pihaknya akan menyelenggarakan rapat pleno terbuka penetapan paslon terpilih hari ini di kantor KPU.

"Kami akan selenggarakan rapat pleno untuk penetapan presiden dan wakil terpilih hari ini pukul 15.30 WIB," kata Arief kepada media beberapa waktu lalu.

Dalam rapat pleno penetapan itu, KPU mengundang kedua pasangan calon dan 20 undangan untuk masing-masing kubu. Menurut Arief, kedua pasangan diberi kesempatan untuk memberikan sambutan serta konferensi pers. "Kami beri kesempatan untuk kedua paslon untuk itu. Harapan kami dalam konferensi pers bisa bersama-sama," ujar Arief.

Dia yang juga mengatakan, dalam rapat pleno penetapan, pihaknya juga mengundang Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilu (DKPP), kementerian dan lembaga terkait seperti Kementerian Sekretaris Negara (Kemensesneg), Mahkamah Agung (MA), DPR, MPR, MK, TNI/Polri, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), hingga Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

Dalam kesempatan berbeda, kepolisian RI mengimbau massa untuk tidak hadir dalam penetapan presiden dan wapres di kantor KPU. Polisi mengimbau agar menyaksikan proses penetapan di rumah melalui TV.

"Kami berharap massa nggak usah datang. Nonton tv di rumah saja," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.

Dari berbagai data yang diterima, pihak kepolisian telah menutup Jalan Imam Bonjol, lokasi kantor KPU, sejak kemarin. Polisi akan menurunkan 10 ribu personel gabungan dalam mengamankan pleno penetapan capres-cawapres terpilih.

Selain itu, pihak keamanan yang sebelumnya telah melakukan pemetaan titik-titik pengamanan, lanjut Argo, tidak hanya menjaga kantor KPU saja. Tapi juga objek vital lainnya di Jakarta dengan total kekuatan sebanyak 47 ribu personel. 

"Prinsipnya kami masih siagakan dan siapkan 47 ribu personel kemarin. Kami tempatkan di berbagai titik. Ada di Istana, MK, Bawaslu, KPU, DPR/MPR. Semua masih terjaga ya, personel TNI-Polri masih disiagakan di lokasi," ucapnya.

 

End of content

No more pages to load