Ilustrasi suasana Balai Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Ilustrasi suasana Balai Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo meminta pemerintah daerah (pemda) untuk meningkatkan efisiensi anggaran. Terutama dengan meminimalkan belanja barang non-kegiatan serta tidak terjebak dalam rutinitas dalam memanfaatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) setiap tahunnya. 

Dilansir oleh Bisnis.com, Tjahjo Kumolo mengungkapkan bahwa efisiensi belanja barang non-kegiatan harus diiringi dengan peningkatan belanja modal. "Yang penting semua daerah harus berani mengambil langkah untuk inovasi-inovasi baru. Ada keterampilan, akselerasi infrastruktur, antisipasi-antisipasi ketidakpastian yang berkaitan dengan bencana alam dan risiko-risiko yang mungkin terjadi," ujarnya, di Jakarta. 

Baca Juga : Hari Ini, Pemkot Malang Luncurkan Bansos Tahap Awal bagi Warga Terdampak Covid-19

Pemda juga diimbau agar bisa menyerap anggaran dengan baik agar tidak ada sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) yang tinggi di akhir tahun. "Rutinitas (belanja daerah) itu harus dievaluasi, programnya dan output program harus jelas. Peran BUMD harus dioptimalkan. Belanja modal itu harus produktif, dan belanja sosial yang tinggi harus diantisipasi dengan baik," tuturnya. 

Masalah tingginya Silpa juga terjadi di Kota Malang. Mengacu pada tahun anggaran 2018 lalu, nilai anggaran yang batal dibelanjakan mencapai Rp 489 miliar. Angka itu bahkan hampir seperempat dari total belanja yang senilai Rp 2 triliun. 

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Malang Subhan mengungkapkan bahwa pihak pemkot berupaya untuk memaksimalkan penyerapan Silpa 2018 pada tahun anggaran 2019 ini. "Memang imbauan dari Mendagri itu menjadi perhatian kami, tentu yang akan dilakukan adalah efisiensi belanja tidak langsung atau belanja pegawainya," tuturnya. 

Langkah yang akan diambil, lanjutnya, adalah melakukan perhitungan yang cermat atas rancangan anggaran yang akan dikerjakan. "Belanja modalnya dinaikkan. Kalau belanja tidak langsung kan porsinya di bawah 69 persen. Kan pemkot malang sudah jauh dari itu," sebutnya.

Baca Juga : Bantuan Pangan Non Tunai di Kota Batu Sudah Cair, Berikut Jadwal dan Lokasi Tokonya

Untuk diketahui, total APBD Kota Malang 2019 mencapai Rp 2,2 triliun. Belanja langsung atau belanja modal Rp 1,1 triliun dan belanja pegawai sebanyak Rp 935 miliar. Dari angka itu, besaran anggaran di bidang infrastruktur mencapai Rp 224,9 miliar. "Akan kami evaluasi lagi dan akan lebih meningkatkan belanja modal. Sehingga anggaran belanja langsung bisa meningkat tahun depan," pungkasnya.