Wali Kota Malang, Sutiaji (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Wali Kota Malang, Sutiaji (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Problematika kemacetan kiranya masih menjadi pekerjaan rumah (PR) Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Bagaimana tidak, pengguna kendaraan pribadi yang masuk ke tengah kota semakin mengalami peningkatan.

Alhasil, jalan - jalan di wilayah Kota Malang kian hari kerap terjadi kemacetan yang parah. Karenanya, Pemkot Malang bakal melakukan penambahan infrastruktur untuk mengurai kemacetan tersebut.

Salah satu upaya yang tengah disiapkan untuk mengurangi kemacetan, yakni melakukan tukar guling di beberapa ruas jalan. Mulai dari jalan nasional dan beberapa jalan yang menjadi kewenangan Provinsi Jawa Timur yang berada di tengah kota juga bakal diusahakan untuk tukar guling.

Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan beberapa ruas jalan yang saat ini tengah diusahakan yakni Jl Soekarno Hatta untuk berubah status menjadi jalan kota.

"Kami sedang melakukan lobby untuk Jl Soekarno Hatta itu," ucap Sutiaji.

Ia menjelaskan, ketika jalan tersebut sudah berubah status maka kewenangan sepenuhnya menjadi milik Pemkot Malang. "Termasuk nanti kewenangan mengatur rambu pelarangan melintas bagi kendaraan besar akan masuk di kami," imbuhnya.

Beberapa ruas jalan lain yang juga telah disiapkan untuk tukar guling dan berubah status menjadi jalan nasional, yakni kawasan Jl Mayjend Sungkono, Jl Ahmad Yani hingga kawasan Kayu Tangan. Rencana tukar guling tersebut ditargetkan selesai tahun ini.

"Itu juga, sudah kita berkirim surat dengan Kementerian PUPR untuk pengalihan status itu. Ke Bu Gubernur Khofifah juga sudah kita usulkan," ungkapnya.

Sebelumnya, Pemkot Malang juga telah menyiapkan pembebesan lahan yang dianggarkan dari dana perubahan anggaran keuangan (PAK) 2019 senilai Rp 10 miliar untuk pembuatan jalan tembus.

"Tapi ini kami masih akan melakukan survei untuk jalan tembus, kita lihat juga pergerakan masyarakat di jam - jam tertentu. Yang pasti dananya terlebih dulu kita siapkan untuk pembebasan lahan itu," pungkas dia.