Sibak Surga Tersembunyi Malang Selatan, Bina Marga Fokus Koridor Tengah

MALANGTIMES - Jalur favorit serta familiar bagi masyarakat untuk mengakses berbagai keindahan dari surga tersembunyi berupa deretan pantai Malang selatan, jadi fokus perhatian Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga. Khususnya, di jalur atau koridor tengah, tepatnya di wilayah Bantur.

Setiap tahun, dinas yang dipimpin oleh Romdhoni ini, terus menggenjot pembangunan infrastruktur di wilayah Bantur, sebagai akses jalan tengah menuju berbagai pantai di Malang Selatan. Misalnya, pantai Balekambang, Kondang Merak, Bengkung, Ngliyep, Nganteb, dan lainnya.

Seperti diketahui, jalur tengah menuju pantai selatan tersebut, memiliki medan ekstrem, khususnya di wilayah Bantur di area sebelum memasuki kantor desa Srigonco sampai perempatan Balekambang. 

Di area tersebut, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga, fokus membangun jalan dan jembatan jurang mayit, sehingga medan ekstrem di wilayah tersebut bisa terselesaikan di tahun 2019 ini.

Tercatat, dari data Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Malang, di wilayah Bantur, berbagai pembangunan, baik pelebaran jalan, pemangkasan tikungan ekstrem bagi kendaraan, serta jembatan baja jurang mayit. Sejak beberapa tahun dikebut penyelesaiannya.

“Kita memang fokus menyelesaikan hal itu. Dengan medan ekstrem di sana, akses ke berbagai pantai selatan koridor tengah, memang tidak bisa ditunda-tunda. Secara teknis memang jalur itu sudah tidak layak sebagai jalan pariwisata,” kata Romdhoni, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Malang, kepada MalangTIMES.

Ketidaklayakan secara teknis, menurut Romdhoni, selain jalur jalan yang sempit sehingga tidak bisa dilalui dua kendaraan berjenis bus saat berpapasan. 

Rata-rata lebar jalan di wilayah Srigonco, Bantur, di bawah dua meter. Juga tikungan jalan di berbagai ruas yang berbahaya, karena sempit dan berkelok tajam. 

Selain hal tersebut, di area jurang mayit, sebagai wilayah paling ekstrem, membuat kendaraan beresiko mengalami kecelakaan.

“Berbagai pertimbangan teknis itulah, yang membuat kami fokus menyelesaikan koridor tengah. Di saat koridor lainnya di jalur lingkar selatan mulai dibangun kembali. Kita juga fokus dalam penyelesaian jembatan baja yang kini masuk tahap ketiga,” ujar Romdhoni.

Untuk menyibak surga tersembunyi di berbagai pantai selatan, pembangunan jalan serta terpenting jembatan jurang mayit, memang tidak bisa ditunda. Walau kerap berhadapan dengan anggaran besar yang tidak mampu diatasi dalam satu tahun anggaran.

“Bertahap memang, mas. Untuk jembatan srigonco ini telah tahap III dan telah selesai lelangnya. Sehingga kita berharap memang bisa terselesaikan di tahun ini juga,” ucap mantan Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Malang ini.

Dari data LPSE Kabupaten Malang, pembangunan tahap III jembatan jurangmayit di Srigonco, Bantur dianggarakan pagu senilai Rp 4 miliar. 

Dengan harapan besar untuk memperpendek jarak tempuh kendaraan serta medan ekstrem, jembatan itu akan jadi alat untuk membuka surga tersembunyi deretan pantai selatan di Kabupaten Malang.

“Harapan besar kita seperti itu. Ini untuk menunjang sektor parwisata di selatan agar benar-benar maksimal. Sehingga masyarakat sekitar lokasi wisata juga merasakan benar dampak positifnya,” pungkas Romdhoni.

 

Top