Lokasi persimpangan Jalan Ki Ageng Gribik yang direkayasa (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

Lokasi persimpangan Jalan Ki Ageng Gribik yang direkayasa (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Dinilai efektif sejak diterapkan, kurang lebih tiga bulan, mulai April 2019 lalu dimana tidak terdapat penumpukan kendaraan, rekayasa lalu lintas di Jalan Ki Ageng Gribik, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang bakal segera dipermanenkan.

Hal tersebut dibenarkan langsung Kepala Bidang (Kabid) Lalulintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Agoes Mulyadi.

Nantinya, Dishub akan mematenkan rekayasa lalu lintas yang dinilai efektif tersebut, dengan pemberian separator jalan pada u-turn yang ada di pertigaan yang merupakan pertemuan Jalan Danau Toba dan Jalan Ki Ageng Gribik.

"Konsepnya sama seperti di Jalan Soekarno Hatta, akan dibangun taman," beber Agoes.

Penerapan rekayasa jalan sendiri yakni dengan memfungsikan dua lajur jalan kembar yang ada di Jalan Ki Ageng Gribik. 

Mereka yang  dari arah Jalan Danau Toba dan ingin ke Jalan Ki Ageng Gribik, tidak diperkenankan melaju di jalur sebelah kanan, seperti sebelumnya, satu jalur difungsikan dua arah.

Pengendara bisa langsung belok kiri menggunakan lajur jalan yang baru untuk menuju Jalan Ki Ageng Gribik. 

Sementara, mereka yang ingin ke arah Kedungkandang, jika dari arah Jalan Danau Toba, tak boleh belok kanan langsung. 

Pengendara harus melaju dan berputar melalui u-turn yang ada di Jalan Ki Ageng Gribik dan baru bisa ke arah Kedungkandang.

Sementara, mereka yang dari arah Kedungkandang, dan ingin menuju ke arah Jalan Ki Ageng Gribik, bisa langsung lurus. 

Sedangkan dari arah Kedungkandang yang ingin menuju Jalan Sentani Raya, tak bisa lagi melalui u-turn. 

Sebab, u-turn di ujung jalan tersebut akan ditutup dan dibangun taman.

Sehingga mereka harus berputar pada u-turn setelahnya.

Mengenai pemberian separator jalan dengan taman, pihak Dishub juga tengah berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Malang.

Perihal itu, Kabid Pertamanan Disperkim Kita Malang Kuncahyani membenarkan akan adanya pembuatan taman dengan melakukan penutupan u-turn. 

Pihak Disperkim bersama forum lalulintas, beberapa waktu lalu juga telah melakukan survei lokasi.

"Karena akan dipatenkan, akan segera kami eksekusi. Konsepnya sama seperti yang sebelum-sebelumnya," pungkasnya.

End of content

No more pages to load