Kondisi lalu lintas di kawasan jalan kembar Ki Ageng Gribig (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Kondisi lalu lintas di kawasan jalan kembar Ki Ageng Gribig (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Usai masa uji coba, rekayasa lalu lintas satu arah di kawasan jalan kembar Ki Ageng Gribig bakal segera diberlakukan. Karena selama masa percobaan kurang lebih tiga bulan, rakayasa tersebut terbukti efektif untuk mengurai kemacetan yang sering terjadi.

Kabid Lalin Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Agoes Mulyadi menyampaikan, dalam waktu dekat akan dipasang separator permanen. Dengan begitu, maka pemanfaatan satu jalur di lajur timur akan resmi diberlakukan. Sbelum rekayasa, di lajur timur jalan tersebut digunakan dua arah oleh warga.

Selain itu juga akan ada penambahan taman atau median jalan untuk menutup lajur yang selama ini ditutup menggunakan separator non permanen.

"Nanti rencananya akan ditutup dengan median jalan, jadi agar lebih permanen," katanya pada wartawan belum lama ini.

Agoes juga menjelaskan, rencana pembangunan median jalan tersebut sudah dikoordinasikan dengan Disperkim Kota Malang. Pengukuran lahan juga sudah dilakukan untuk mengetahui panjang dan lebar yang dibutuhkan di median jalan baru itu nantinya.

"Dan rencana permanenkan kawasan ini juga sudah kami koordinasi dengan forum lalu lintas," tegasnya.

Sementara itu, dalam rekayasa lalin yang dilakukan sebelumnya, pengendara yang melaju dari arah Jalan Danau Toba langsung diarahkan belok kiri menuju Jalan Raya Ki Ageng Gribig. Apabila pengendara mau ke arah Kedungkandang harus putar balik melewati U-turn yang telah disediakan. Sedangkan dari arah Kedungkandang, tidak boleh lurus langsung ke Jalan Ki Ageng Gribig, melainkan harus melewati persimpangan kemudian belok kanan ke Jalan Ki Ageng Gribig.

Rekayasa lalin tersebut sebelumnya dibuat untuk mengantisipasi kemacetan yang terjadi ketika Tol Malang-Pandaan difungsikan 100 persen. Karena diprediksi kemacetan di kawasan tersebut akan mengalami peningkatan dibanding dengan hari normal sebelum difungsikannya tol.

"Kami harap masyarakat mematuhi rambu yang akan dibuat secara permanen. Karena ketika harus putar balik juga tidak terlalu jauh, hanya dekat saja. Ini untuk mengurangi kemacetan," jelas Agoes.