Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko (kanan) bersama Ketua DPRD Kota Batu Cahyo Edi Purnomo (kiri) dan Direktur PDAM Kota Batu Sunaedy (tengah) menyalakan kran air sebagai tanda peresmian pelayanan air PDAM di Dusun Sekarputih, Desa Pendem, Kecamatan Junre (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko (kanan) bersama Ketua DPRD Kota Batu Cahyo Edi Purnomo (kiri) dan Direktur PDAM Kota Batu Sunaedy (tengah) menyalakan kran air sebagai tanda peresmian pelayanan air PDAM di Dusun Sekarputih, Desa Pendem, Kecamatan Junre (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pelayanan 1500 Sambungan Rumah (SR) yang diajukan oleh Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Among Tirto Kota Batu kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI saat ini sudah memasuki babak survey. 

Bantuan ini diberikan khusus bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Kota Batu dalam Program Hibah Air Minum dan Sanitasi tahun 2019.

“Kementerian PUPR RI sudah terjun langsung melakukan survey. Cek list atau verifikasi dilakukan sudah tiga pekan ini secara door to door. Satu persatu. Bukan acak," kata Direktur Perundam Among Tirto, Sunaedi.

1500 MBR yang akan mendapat SR dari Perumda Among Tirto Kota Batu cukup membayar Rp 550 ribu. “Kalau memasang jaringan baru itu umumnya Rp 2,5 juta. Tapi untuk MBR hanya Rp 550 ribu,” imbuhnya. 

Mereka yang terpilih ini tentunya sudah terseleksi dari RT, RW hingga desa. Sehingga bantuan ini akan tepat sasaran. 

Mereka yang berhak menerima bantuan ini ada beberapa kategori agar tidak salah sasaran. Yakni rumah tangga yang memiliki daya listrik kurang dari 1300 watt.

Lalu tidak memiliki mobil pribadi, dan tidak menggunakan AC di rumahnya. Kemudian rumah yang diajukan bukan rumah kosong, dan bukan Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Supaya tepat sasaran tertuju pada yang sesuai dengan kategori ini kami langsung turun ke lapangan untuk memastikan apakah benar sesuai dengan kategori atau tidak,” ungkap pria yang akrab disapa Sokek ini. 

Menurutnya dengan adanya program ini untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan terpenuhinya kebutuhan layanan air bersih. “Sekaligus untuk meningkatkan cakupan pelayanan air minum perpipaan bagi MBR,” jelas pria yang akrab disapa Sokek ini.