Embun Beku Muncul, Suhu Udara di Kawasan TNBTS Capai 0 Derajat Celcius

Jun 21, 2019 14:51
Embun beku di dedaunan yang muncul di kawasan TNBTS saat memasuki musim kemarau, pekan ini. (Foto: Dokumen MalangTIMES)
Embun beku di dedaunan yang muncul di kawasan TNBTS saat memasuki musim kemarau, pekan ini. (Foto: Dokumen MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pengunjung kawasan wisata Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru (TNBTS) pada pekan ini bakal disuguhi pemandangan embun beku. Fenomena frozen atau yang oleh masyarakat setempat disebut embun upas itu akibat cuaca ekstrem yang melanda kawasan tersebut. 

Saat dini hari, suhu udara bahkan bisa mencapai 0 derajat Celcius.

Baca Juga : Stop Dulu Liburannya, Wisata Gunung Bromo Tutup Total Imbas Covid-19

Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas TNBTS, Syarif Hidayat mengatakan, fenomena embun beku dapat dijumpai hampir di seluruh penjuru kawasan taman nasional. "Laporan di lapangan embun upas ini belum merata. Pertama kali dideteksi pada 16 Juni lalu," kata Syarif, hari ini (21/6/2019).

Embun upas adalah embun yang membeku menjadi es menyerupai salju. Fenomena embun upas ini pertama kali ditemukan di pada Minggu, 16 Juni 2019 lalu. Ternyata fenomena ini terus berlanjut hingga saat ini, embun upas dapat dijumpai saat dini hari hingga pagi. 

Menurut Syarif, fenomena ini terjadi karena suhu di sekitar kawasan semakin dingin. Meski demikian, embun upas ditemukan tidak merata tapi bisa dijumpai hampir seluruh resort yang ada di TNBTS. "Belakangan saat memasuki musim kemarau suhu di TNBTS semakin dingin," tuturnya.

Syarif menguraikan, saat malam hari suhu di sekitar Bromo bisa mencapai 0 derajat celcius. "Suhu di Ranu Pani 2 hingga 8 derajat celcius, Cemorolawang dan lautan pasir belum konsisten melaporkan adanya embun upas frozen. Suhu di sana masih sekitar  10 sampai 12 derajat celcius. Sementara suhu penanjakan kisaran 5 sampai 10 derajat celcius. Tapi untuk malam hari bisa mencapai 0 derajat celcius," ujar Syarif. 

Baca Juga : Pengelola Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Waspadai Penyebaran Virus Corona dengan Cara Ini

Fenomena embun upas sebenarnya biasa terjadi terutama saat memasuki musim kemarau. Sebab, suhu di TNBTS jauh lebih dingin daripada biasanya. Embun upas tidak hanya ada di pasir, dan tumbuhan tapi juga di atas tenda para pendaki yang sedang berada di kawasan TNBTS.

"Intinya cuaca di atas sudah memasuki kemarau. Dengan suhu yang cenderung dingin tidak seperti biasanya," pungkasnya.

Topik
Malang Berita Malang Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Fenomena frozen Gunung Bromo cuaca ekstrem

Berita Lainnya

Berita

Terbaru