Lansekap Tol Malang-Pandaan di ruas Kabupaten Malang. (Foto: PT Jasa Marga Pandaan-Malang)

Lansekap Tol Malang-Pandaan di ruas Kabupaten Malang. (Foto: PT Jasa Marga Pandaan-Malang)



MALANGTIMES - Pengguna jalan Tol Malang-Pandaan kini masih bisa melewati akses jalan bebas hambatan tersebut secara gratis. Meski demikian, saat melintasi tol tersebut sudah tertera tarif tol yang kemungkinan akan diberlakukan. Papan pengumuman tarif di sisi gerbang tol Singosari, mencantumkan angka Rp 44 ribu untuk kendaraan Golongan I.

Direktur Teknik PT Jasa Marga Tol Pandaan-Malang (JPM) Siswanto mengaku bahwa pihaknya masih menunggu Surat Keputusan (SK) Menteri PUPR terkait tarif jalan tol sepanjang 38,5 kilometer itu. "Masih belum keluar SK-nya, kami juga masih menunggu," terangnya.

Awalnya, penggratisan ini ditujukan bagi pemudik selama musim libur lebaran hingga  12 Juni lalu. Namun pengguna jalan saat ini masih bisa mengakses jalan tol yang masih menyisakan pengerjaan di seksi 4 dan seksi 5 ini dengan gratis. 

Siswanto menilai, belum turunnya tarif ini di sisi lain menguntungkan, namun di sisi lain juga merugikan. "Keuntungannya adalah memberikan manfaat bagi masyarakat, hitung-hitung bernilai sosial. Tetapi kerugiannya adalah kehilangan pemasukan selama batas penggratisan yang melebihi batas waktu awal pasca libur lebaran kemarin," tuturnya. 

Pihaknya optimis tarif melintasi tol Malang-Pandaan bakal segera keluar. Sebab hal itu sudah diajukan ke tim Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR. Targetnya, pada bulan Juli sudah ada kepastian tarif tol. "Usulannya per kilometer Rp 900 hingga Rp 1000. Tinggal mengalikan saja berapa besarnya pemasukan yang semestinya kita dapatkan jika tidak digratiskan," ujarnya.

Ia menambahkan, jika Tol Malang-Pandaan sudah dioperasionalkan secara komersil, maka berdasarkan perhitungan Jasa Marga, untuk tarif yang dikenakan sekitar Rp 34 ribu hingga Rp 38 ribu. Tol yang membentang sepanjang 38,5 kilometer, kini telah tuntas seksi 1-3. Sebab untuk seksi 4 sepanjang 4,8 kilometer dan seksi 5 sepanjang 3,1 kilometer masih dalam tahap pengerjaan. 

"Rata-rata selama masa gratis ada 27 ribu kendaraan yang melintas. Potensi pemasukan yang lost Rp 1 miliar per hari. Tetapi kami tentunya tidak akan memberlakukan tarif selama belum ada keputusan resmi," pungkasnya.

End of content

No more pages to load