Wali Kota Malang, Sutiaji (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Wali Kota Malang, Sutiaji (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Harga sewa aset Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bakal melonjak tinggi. Belum ada setahun, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sewa lahan telah melampaui 300 persen dari target.

Baca Juga : Dana Perjalanan Dinas Dialihkan, Mampu Penuhi Sembako 525 Ribu KK di Kabupaten Malang

Kenaikan harga sewa aset tersebut dinilai dari catatan dan evaluasi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Karenanya, sangat penting untuk melakukan kajian ulang terkait sewa lahan Pemkot Malang. "Karena dulu itu sebelum appraisal sewanya rendah, sekarang setelah ada appraisalĀ itu nilainya kan tinggi. Sehingga mengalami lonjakan," ujar Wali Kota Malang, Sutiaji.

Evaluasi dari BPK yakni meminta daerah untuk melakukan kajian berkaitan dengan harga sewa lahan dan tanah yang diberikan kepada swasta.

Pria yang akrab disapa Aji ini mencontohkan, seperti di wilayah Surabaya yang memperoleh pendapatan dari sewa lahan cukup tinggi. Karenanya, pihaknya juga terus mengupayakan untuk meningkatkan PAD melalui harga sewa lahan tersebut. "Contoh Surabaya itu pendapatan dari sewa lahannya tinggi. Ya Malang juga akan lakukan itu. Kami masih mengupayakan terus menerus, yang dulunya sewa Rp 10 juta menjadi Rp 1 miliar," imbuh dia.

Lebih lanjut, ia menjelaskan sewa aset lahan Pemkot Malang itu tidak termasuk bangunan gedung. Hal itu masih dianggap kurang memiliki nilai yang signifikan. "Saya kira gedung tidak, ya ada cuma nilainya tidak signifikan. Aset milik daerah seperti tanah - tanah itu nanti yang akan berubah nilainya," pungkas dia.