MALANGTIMES - Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub-Divisi Regional (Divre) Malang memprediksi harga beras bakal tetap stabil. Meskipun pada periode Juni-Juli 2019 ini, sejumlah daerah lumbung padi di wilayah tersebut bakal memasuki panen raya.

Wakil Kepala Bulog Sub-Divre Malang Eko Yudi Miranto mengungkapkan, pihaknya berupaya melakukan penyerapan maksimal agar harga gabah di tingkat petani tidak jeblok. "Ini ada puncak panen yang kedua, sekitar akhir bulan ini (Juni) atau awal bulan depan (Juli). Mudah-mudahan ada peningkatan penyerapan," ujarnya.

"Ya kemungkinan harga masih stabil. Untuk di wilayah kerja Bulog Sub-Divre Malang, daerah lumbung beras meliputi Pasuruan, Kabupaten Malang, Jombang, hingga Lamongan," terang Eko Yudi.

 Hingga awal Mei, Bulog Malang baru merealisasikan 11 persen dari target serapan tahun 2019. Sejak medio Februari lalu, serapan mencapai 2.300 ton dari target satu tahun 21 ribu ton. 

Sementara itu, dari sisi penyaluran, Bulog Malang terdata memasarkan sekitar 500 ton beras kepada masyarakat di momen Ramadan-Lebaran 1440 H. "Kami operasi pasar sepanjang tahun. Mei kemarin kan sekaligus momen Ramadan kami juga operasi pasar, pasar murah, bazar, termasuk yang penyelenggaraannya bekerja sama dengan instansi-instansi lain atau pemerintah daerah di wilayah Sub-Divre Malang," tuturnya. 

"Ramadan kemarin keluar 500 ton. Hampir merata untuk semua daerah. Tapi paling banyak untuk wilayah Kota Malang, karena kan pantauan (menjaga) inflasi juga," sambungnya. 

Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang sendiri mencatat adanya penurunan harga beras pada Mei 2019. Di pasaran, harga turun 0,21 persen daripada bulan sebelumnya dan memberi andil menghambat inflasi sebesar -0,0075 persen.