Proyek kelanjutan pembangunan JLS mulai bergerak dan direncanakan dalam Renstra tembus Blitar dan Pacitan (dok JatimTIMES)

Proyek kelanjutan pembangunan JLS mulai bergerak dan direncanakan dalam Renstra tembus Blitar dan Pacitan (dok JatimTIMES)



MALANGTIMES - Asa yang dipupuk sejak beberapa tahun lalu terkait kelanjutan pembangunan lanjutan Jalan Lingkar Selatan (JLS), kini di depan mata. Dengan adanya pergerakan awal pembangunan lanjutan JLS berupa pemadatan jalan dan pengukuran badan jalan beberapa waktu lalu.

Seperti diketahui, pembangunan JLS yang sudah terlaksana di tahun lalu berada di wilayah yang melintasi Sumbermanjing Wetan, Gedangan dan Bantur. Rencana kelanjutan pembangunan JLS yang dimulai dari perempatan Balekambang menuju ke Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, ini yang kini sudah tampak.

Disinggung terkait desain perencanaan kelanjutan JLS, Romdhoni mengatakan, masih mengacu pada desain awal yang telah dibuat DPUBM Kabupaten Malang di tahun lalu. 

Dimana, dari desain perencanaan, proses kelanjutan pembangunan JLS akan dilakukan dari perempatan Balekambang menuju ke Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang, Romdhoni yang menyampaikan harapan besar pembangunan lanjutan JLS tahun 2019 mulai terealisasi.

"Sudah bergerak walaupun masih tahap awal pemadatan jalan. Selanjutnya baru dilakukan pengerjaan fisiknya," kata Romdhoni, Selasa (18/06/2019).

Romdhoni juga menyampaikan, untuk desain rencana dan indeks pembangunan lanjutan JLS mempergunakan skema yang lama atau yang sudah terbangun.

Dimana, JLS yang telah terbangun beberapa tahun lalu memiliki spesifikasi lebar jalan antara 7 meter sampai 8 meter. Sedangkan  panjang yang akan dibangun sekitar 22 kilometer (Km).

"Untuk mempercepat proses konektivitas JLS, kita tahun ini pun ngebut penyelesaian koridor tengah di wilayah Srigonco," ujar Romdhoni .

Ia menambahkan bila pembangunan lanjutan JLS ini selesai, maka JLS dari daerah lain, misalnya Blitar ke Malang akan terhubung. "Jadi memang nantinya JLS di wilayah Jawa Timur bisa terhubung dan tentunya akan membuat jalur pariwisata kita semakin terbuka lebar," imbuhnya. 

Di kesempatan lain, asa yang lama dinanti terwujud dalam pembangunan lanjutan JLS pun dibenarkan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang Tomie Herawanto.

Senada yang disampaikan Romdhoni, Tomie juga menyampaikan saat ini pembangunan lanjutan JLS masih dalam tahap pemadatan jalan dan pengukuran. "Masih tahap itu sebelum nanti dilanjutkan fisiknya. Ini tentunya menggembirakan bagi kita, sehingga rencana lanjutan tol Mapan (Malang-Pandaan) sampai Kepanjen, tinggal menunggu untuk menambah kekuatan infrastruktur Kabupaten Malang," ucap mantan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Malang ini.

Asa pembangunan lanjutan JLS yang mulai bergerak, melahirkan asa lain dengan rencana lanjutan jalan tol Mapan sampai Kepanjen. 

Tomie juga mengatakan, bila ini bisa terealisasi, maka konektivitas jalur lintas Utara dan Selatan akan terwujud. "Jadi dengan tersambungnya tol Mapan sampai Kepanjen akan menjadi satu-satunya akses antara Utara dan Selatan Jatim," ujarnya yang juga menegaskan hal itu terwujud akan memberikan manfaat besar.

"Baik masyarakat Kabupaten Malang khususnya dan umumnya tentu masyarakat Jatim. Apalagi kalau pembangunan JLS diteruskan sampai Blitar dan Pacitan. Pekerjaan rumah kita untuk itu adalah menyiapkan trade yang saling berkesinambungan," pungkas Tomie.

End of content

No more pages to load