Apel gabungan petugas pajak BP2D Kota Malang sebelum melakukan inspeksi. (Foto: Dokumen MalangTIMES)
Apel gabungan petugas pajak BP2D Kota Malang sebelum melakukan inspeksi. (Foto: Dokumen MalangTIMES)

MALANGTIMES - Menjadi kota wisata, periode libur dan cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1440 H berdampak positif pada penerimaan pajak daerah di Kota Malang. Hingga pertengahan Juni 2019, Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang berhasil membukukan Rp 55 miliar dari dua sektor pajak, yakni pajak hotel dan pajak restoran. 
Kepala BP2D Kota Malang Ade  Herawanto menguraikan, capaian untuk pajak hotel mencapai Rp 21 miliar dan pajak restoran sekitar Rp 34 miliar. "Kami mencatat realisasi pajak signifikan dari dua sektor tersebut selama periode libur lebaran karena naiknya tingkat kunjungan wisata," sebutnya.
Ade menilai, libur Lebaran ini memberi sumbangsih nyata terhadap sektor perekonomian Kota Malang. Larisnya usaha rumah makan diimbangi tingkat okupansi hunian hotel yang melonjak tajam memberi berkah tersendiri bagi para pelaku usaha di Bhumi Arema. "Ada peningkatan. Sebagai perbandingan, pada periode yang sama tahun lalu, perolehan pajak dari sektor restoran di kisaran Rp 29 miliar," urainya.
Tahun ini, menurut Ade sektor restoran dan hotel jauh lebih ramai. "Sepertinya ini dampak setelah dibukanya Tol Malang-Pandaan. Imbasnya sangat bagus untuk usaha kuliner dan hunian serta sejumlah sektor bisnis lain di Kota Malang," terang Sam Ade d'Kross, sapaan akrabnya. .
Menilik potensi tersebut, pihaknya bakal terus menggencarkan inovasi sekaligus langkah taktis demi upaya mencapai target. "Bahkan sejak sebelum Lebaran sampai H+7 Lebaran, Tim Satgas Pajak Resto dan Hotel tetap bertugas melakukan upaya jemput bola. Jadi mereka belum libur," pungkas musisi sekaligus tokoh Aremania itu.