MALANGTIMES - Sinergitas program antara satu organisasi perangkat daerah (OPD) dengan lainnya menjadi kunci keberhasilan meraih tiga program besar dan strategis di Kabupaten Malang. Yakni, pengentasan kemiskinan, optimalisasi pariwisata dan daya dukung lingkungan hidup.

Khusus terkait program pengentasan kemiskinan melalui pemberian keterampilan kerja, Dinas Pendidikan Kabupaten Malang yang notabene bergerak di sektor pendidikan di kelembagaan sekolah pun ikut bergerak dalam upaya sinergitas OPD mempercepat program pengentasan kemiskinan yang ditarget turun satu digit di tahun 2019 ini.

Hal ini terlihat dari acara pelatihan menyulam yang digelar oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, dengan kuota di tahun ini mencapai 250 peserta. Pelatihan menyulam yang diikuti oleh para guru TK, masyarakat umum, dan penyandang disabilitas, menurut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang M. Hidayat, memang sebagai bagian dalam mempercepat salah satu program prioritas di Kabupaten Malang.

"Ini bagian dari wujud sinergitas pihak kami. Untuk mempercepat pencapaian penurunan angka kemiskinan tentunya seluruh pihak wajib bersama-sama bergerak," kata Dayat, sapaan kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Senin (17/06/2019).

Dalam pelatihan menyulam yang dilakukan tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Malang menggandeng mitra kerjanya dalam peningkatan keterampilan kerja, yakni LKP Ganesha  Malang.
Hal ini sebagai bagian dalam mempersiapkan kelanjutan dari hasil pelatihan. "Sehingga ada tindaklanjut setelah pelatihan selesai dan kegiatan menjadi tepat sasaran sesuai target Pemkab Malang dalam menurunkan angka kemiskinan," ujar Dayat.
 

Hasil pelatihan sulam peserta (Disdik for MalangTIMES)

Tindak lanjut yang dimaksud Dayat adalah terkait adanya uji kompetensi bagi para peserta pelatihan. Sehingga, lanjut Dayat, peserta pelatihan setelah mendapat keterampilan serta dibantu bahan dan alat menyulam. "Memiliki juga sertifikat kompetensi yang diakui di dunia usaha. Sehingga akan semakin membuat peluang kerja lebih terbuka," imbuhnya.

Naila Chamidah, pimpinan LKP Ganesha Malang, membenarkan hal tersebut. Pihaknya yang merupakan mitra OPD Kabupaten Malang dalam pelatihan keterampilan, memiliki program sampai peserta pelatihan bisa mandiri. "Program pelatihan memang nantinya sampai pada uji kompetensi. Dimana seluruh peserta bisa mengikuti uji kompetensi secara gratis," ujarnya. 

Uji kompetensi merupakan akhir dari program pelatihan. Dimana direncanakan akan digelar sekitar bulan Juni-Juli mendatang. "Uji kompetensi untuk teori dan praktek rencana digelar tanggal itu. Peserta akan mendapatkan piagam yang namanya sertifikat kompetensi dua bahasa,  yakni bahasa Indonesia dan bahasa Inggris," terang Naila.

Disinggung pentingnya sertifikat kompetensi yang memiliki kuota 1.000 orang secara gratis nantinya (uji kompetensi batik, sulam, menjahit, hantaran, potong rambut dan komputer). Naila mengatakan, kesempatan kerja akan semakin terbuka dan dunia usaha akan mengakui keterampilan mereka yang memiliki sertifikasi kompetensi.

Terkait pemilihan tema sulam yang dilaksanakan bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Naila menyampaikan, keterampilan itu saat ini sangat dibutuhkan pasar. Contohnya, banyak desain baru baju batik diaplikasikan dengan sulam. Baju polos pun juga di sulam dan di payet. 
"Inilah yang melatarbelakangi diadakannya pelatihan ini, " ucap Naila.

Dia  juga menyatakan, kuota uji kompetensi nantinya dibagi untuk batik (500 orang),  menyulam 100 orang,  menjahit 100 orang,  hantaran 100 orang,  potong rambut 100 orang dan komputer 100 orang