Lomba memindah dingklil sebagai ruang merangsang motorik anak-anak untuk tumbuhnya kecerdasan (Disdik for MalangTIMES)
Lomba memindah dingklil sebagai ruang merangsang motorik anak-anak untuk tumbuhnya kecerdasan (Disdik for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Berbagai inovasi untuk merangsang dan membentuk kecerdasaan anak-anak usia dini, terus digalakkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, dalam berbagai agenda yang melibatkan seluruh elemen pemangku kepentingan di dunia pendidikan.

Baca Juga : Dampak Covid-19, Beasiswa LPDP ke Luar Negeri Ditunda Tahun Depan

Hal ini pula yang membuat Dinas Pendidikan Kabupaten Malang diapresiasi langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Malang Sanusi, terkait komitmen dan keberhasilannya melakukan berbagai inovasi pendidikan. Dalam rangka menciptakan generasi penerus yang memiliki kecerdasan di berbagai bidang.

Salah satu inovasi yang dilakukan adalah memberikan ruang kepada anak-anak usia dini untuk belajar mengembangkan kecerdasaan motoriknya dalam setiap acara seremoni. 

Seperti terlihat dalam acara merayakan hari anak nasional (HAN) yang mengambil tema, "Melalui HAN kita wujudkan Anak Indonesia Cerdas Berkarakter  di Era Revolusi 4.0”.    

 M Hidayat Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, menyampaikan, bahwa pihaknya memang memiliki komitmen untuk mempersiapkan generasi pelajar sejak dini dalam menghadapi tantangan di era revolusi industri 4.0 saat ini.

"Tentunya, tidak bisa hanya mengandalkan di ruangan kelas saja dalam proses belajar mengajar. Karenanya kita memaksimalkan berbagai hari besar dan agenda untuk menumbuhkan kecerdasaan melalui kegiatan yang bisa merangsang motorik anak-anak," kata Dayat sapaan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Senin (17/06/2019).

Seperti diketahui acara HAN yang berlangsung sejak beberapa hari lalu menampilkan berbagai kegiatan yang mampu merangsang motorik anak-anak. Misalnya melalui berbagai lomba menyanyi tunggal, fingerprint, syair, egrang bathok tempurung, sampai memindahkan dingklik.

Dimana, berbagai lomba tersebut dipercaya secara ilmiah mampu merangsang motorik anak-anak. Sehingga mereka memiliki dasar baik menjadi generasi cerdas dan tentunya berkarakter.

Berbagai lomba dalam HAN 2019 itu juga, menurut Dayat, sebagai upaya Dinas Pendidikan merangkul lebih kuat pemangku kepentingan pendidikan, yaitu para pendidik. "Sehingga akan terlahir soliditas di seluruh lini pendidik sekaligus memberikan ruang bermain sekaligus belajar bagi anak-anak," ujarnya.


Tujuan besar memberikan dasar-dasar kecerdasan bagi anak-anak usia dini maupun pelajar di sekolah dasar, bisa digapai apabila soliditas dan pola-pola pembelajaran bagi anak didik pun dilakukan secara menggembirakan. Seperti dalam momen HAN tersebut. "Lewat lomba ini, anak-anak secara tidak langsung diberi pembelajaran terkait sportifitas, kreatifitas, dan inovasi  dalam mengekspresikan pelaksanaan pembelajaran di kelas.

Terpenting, walau ini era teknologi, mereka juga tidak asing dengan permainan tradisional yang dilombakan. Ini juga wujud melestarikan budaya bangsa," urai Dayat yang memberikan apresiasi kepada Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI PGRI) Kabupaten Malang sebagai penyelenggara lomba HAN 2019.

Baca Juga : Belajar dari Rumah Lewat TVRI Mulai Hari Ini, Intip Jadwalnya Yuk!

“Semoga dengan kegiatan ini dapat memacu kreatifitas anak usia TK, menjunjung tinggi jiwa sportifitas secara sehat dan berakhlaq serta mendorong bakat anak sejak usia dini,” imbuhnya.

Di waktu berbeda, Handarijani Ketua IGTKI PGRI Kabupaten Malang, juga menyampaikan hal senada terkait proses penanaman kecerdasan anak-anak dengan cara merangsang motorik melalui berbagai lomba permainan tradisional.

Dirinya mencontohkan lomba fingerprint. Di lomba ini peserta melukis langsung dengan cara mencelupkan bagian ujung jari tangan ke dalam cat air untuk melukis di selembar kertas.di lomba ini, anak-anak dibebaskan untuk melukis apapun tanpa ada batasan tema.

"Jadi kita bebaskan anak-anak berimajinasi. Untuk semakin mendorong bakat dan minat ini, kita buat penilaian. Dengan kriteria kreativitas, komposisi warna, keindahan dan kebersihan. Ini sebagai stimulus kita kepada anak-anak," ujarnya yang juga menambahkan pemenang nantinya juga akan diajak mengikuti lomba di tingkat provinsi.

"Tapi terpenting dalam lomba itu bagaimana anak-anak bergembira dalam berkompetisi. Ini modal besar bagi tumbuhnya generasi cerdas dan berkarakter yang tak mudah dikalahkan oleh zaman," pungkas Handarijani.