Ilustrasi bencana di malang (Dok. MalangTIMES)
Ilustrasi bencana di malang (Dok. MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menyiapkan anggaran Rp 900 juta untuk membenahi kerusakan pasca-bencana. Pasalnya, ada beberapa lokasi dan rumah warga yang terkena bencana tanah longsor dan belum teratasi. 

Tahun ini, anggaran tersebut dapat disalurkan kepada masyarakat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang. Kepala Seksi Rekonstruksi BPBD Kota Malang Zerry Rizky menyampaikan, pihaknya akan mulai membangun kembali sarana dan prasarana yang rusak karena bencana  tahun ini. Hal itu merupakan bagian dari rekonstruksi pasca-bencana yang menjadi tanggung jawab Pemkot Malang. "Agar aktivitas masyarakat tak terhambat, maka harus segera dibenahi," katanya.

Zerry menjelaskan, desain perencanaan sudah dikerjakan dan akan berlanjut pada proses pengadaan barang dan jasa. Kurang lebih delapan lokasi akan dilakukan rekonstruksi tahun ini. Di antaranya Kelurahan Polehan, Jodipan, Tlogomas, Bandungrejosari, Tanjungrejo, hingga Tulusrejo.

"Kebanyakan pembangunan dinding dan penahan tanah. Dalam musrenbang juga disampaikan warga minta dibenahi pelengsengannya," imbuhnya.

Sementara itu, pejabat pengadaan barang jasa BPBD Kota Malang Mahfuzy menambahkan, pihaknya telah menerima berkas dokumen pengadaan. Kemudian selanjutnya akan mulai dilakukan proses melalui layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) jika seluruh dokumen dianggap lengkap.

"Iya, ada dalapan paket yang diajukan untuk konstruksi sipil dengan pagu anggaran mencapai Rp 900 juta. Setelah selesai pengadaan, maka proyek akan segera dilaksanakan," pungkasnya.