Rektor UB Nuhfil Hanani saat diwawancarai wartawan. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)
Rektor UB Nuhfil Hanani saat diwawancarai wartawan. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Penerimaan mahasiswa baru kerap dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Pelaku mengiming-imingi masuk ke perguruan tinggi melalui jalur gelap, yakni jalur lain selain jalur yang semestinya.

Hal ini juga lumrah terjadi di Universitas Brawijaya (UB) Malang. Belum lama ini, terdapat laporan surat terkait penerimaan mahasiswa baru yang mengatasnamakan salah satu biro di Brawijaya.

"Bironya ada tapi bironya tidak tanda tangan. Biasa tiap tahun selalu ada itu," ujar Prof Dr Ir Nuhfil Hanani AR MS kepada awak media.

Untuk itu Nuhfil mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mempercayai janji-janji masuk UB dengan menyumbang uang sekian.

"Sekali lagi saya tegaskan jangan percaya kalau ada orang janji-janji bisa masuk nyumbang sekian uang ke Brawijaya. Jangan percaya!," ucapnya.

Sebab, lanjutnya, prosesnya adalah dari nilai Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) saja, yakni dari skolastik dan kemampuan akademik.

Terkait dengan selebaran-selebaran yang tidak bertanggung jawab tersebut, Nuhfil juga sudah mengeluarkan surat edaran yang intinya agar jangan percaya apabila ada pihak yang menjanjikan untuk diterima di UB.

"Makanya sekarang kita cegah, dimasukkan di web dimasukkan di mana-mana, tolong nanti dibantu, jangan percaya kalau ada orang yang menjanjikan bayar sekian yang bisa masuk, bohong besar! Semua didasarkan pada nilai UTBK skolastik dan tes kemampuan akademik," tegas Nuhfil sekali lagi.

Dengan demikian diharapkan agar masyarakat berhati-hati terhadap informasi yang bermuatan penipuan terkait dengan penerimaan mahasiswa baru di Universitas Brawijaya. Seluruh informasi terkait penerimaan mahasiswa baru dapat dilihat melalui web selma.ub.ac.id atau telepon (0341)551611 atau email [email protected]