Ilustrasi pusat perbelanjaan. (Foto: Nurlayla Ratri/ MalangTIMES)
Ilustrasi pusat perbelanjaan. (Foto: Nurlayla Ratri/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pelemahan ekonomi nasional yang tengah terjadi memicu pelambatan pertumbuhan konsumsi masyarakat. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro menuturkan jika angka pertumbuhan konsumsi rumah tangga cenderung stagnan. 

Baca Juga : Pertama Kalinya di Malang Ada Studio Apartemen Luas Harga Termurah Hanya di Kalindra

Meski demikian, masih ada optimisme di daerah, misalnya di Malang. Dilansir bisnis.com, Bambang mengungkapkan jika Indonesia hanya bergantung pada konsumsi rumah tangga, pertumbuhannya sudah stagnan di kisaran 5-5,2 persen. 

"Range ini adalah range yang sudah biasa dicapai oleh perekonomian Indonesia," ujarnya. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan konsumsi rumah tangga dalam tiga tahun terakhir hanya tumbuh di kisaran 4,9-5,1 persen.

Secara nasional, survei Bank Indonesia (BI) memperkirakan Indeks Ekspektasi Ekonomi (IEK) terhadap kondisi ekonomi enam bulan mendatang, pada Mei 2019 turun sebesar 1,9 poin menjadi 142,9. BI mengungkapkan hal ini dipengaruhi oleh ekspektasi terhadap penghasilan dan kegiatan usaha pada 6 bulan ke depan. 

Kondisi ini tercermin Indeks Ekspektasi Penghasilan yang turun 2,4 poin menjadi 150,4 pada Mei 2019. Selain itu, konsumen memperkirakan adanya kenaikan harga dalam tiga bulan ke depan sejalan dengan kekhawatiran kenaikan BBM bersubsidi.

Indeks ekspektasi kegiatan usaha Mei 2019 juga menurun 1,9 poin menjadi 146,8. Penurunan terdalam terjadi untuk konsumen dengan pengeluaran Rp 1-4 juta per bulan dengan rentang usia 20-30 tahun dan 41-60 tahun. Hal ini disebabkan oleh tekanan harga pada 6 bulan ke depan dimana faktor ini menjadi penghambat perkembangan kegiatan usaha di masa mendatang. 

Optimisme ketersediaan lapangan pekerjaan juga menurun dalam enam bulan ke depan menjadi 131,4 dibandingkan 132,9 pada bulan sebelumnya. Pelemahan ini terjadi untuk semua tingkat pendidikan. 

Baca Juga : Tips Aman Ambil Uang di Mesin ATM Saat Pandemi Covid-19

Meski demikian, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) warga Kota Malang pada Mei 2019 yang  tercatat sebesar 129,00 atau berada dalam level optimis. "Malang masih positif, optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi terjaga pada level optimis atau poin di atas 100, dan meningkat dibandingkan bulan sebelumnya," ujar Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Malang Azka Subhan Aminurridho. 

Pada periode April 2019, IKK Kota Malang tercatat di angka 125,00 atau meningkat 4 poin pada Mei. Untuk diketahui, Survei Konsumen rutin dilakukan tiap bulan untuk mengukur indikator-indikator terkait arah konsumsi rumah tangga. Selain itu juga untuk menakar pengaruhnya terhadap pertumbuhan ekonomi, kondisi stabilitas keuangan rumah tangga dan ekspektasi konsumen. 

Pada Mei, lanjutnya, persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi relatif menguat dari bulan sebelumnya. Hal ini tercermin dari Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) Mei 2019 sebesar 123,67 atau meningkat 5,7 poin dari April 2019 yang berada di angka 118,00. 

"Memang salah satu indikatornya mengalami penurunan, yaitu indeks ketersediaan lapangan kerja. Tetapi masih di level optimis," pungkasnya.