Wali Kota Malang Sutiaji (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Wali Kota Malang Sutiaji (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Harga sewa lahan dan tanah milik Pemerintah Kota Malang alami kenaikan. Imbasnya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang dari sektor sewa lahan sepanjang 2018 alami kenaikan hingga 300 persen dari target yang telah ditetapkan.

Baca Juga : Warga Terdampak Covid-19 di Kabupaten Malang, Bakal Dapat Pasokan Makanan Dapur Keliling

Kenaikan itu menyusul adanya catatan dan evaluasi yang diberikan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) belum lama ini. Dimana daerah diminta untuk melakukan evaluasi berkaitan dengan harga sewa lahan dan tanah yang diberikan kepada swasta.

"Jadi kenapa PAD sektor sewa lahan terlampaui sampai 300 persen dari target yang ditetapkan karena sebelumnya ada catatan dari BPK untuk menaikkan harga sewa. Selama ini harga sewa tanah masih terlalu rendah," katanya pada wartawan belum lama ini.

Setelah ada evaluasi berkaitan dengan penentuan harga sewa lahan dan tanah milik Pemkot Malang itu, menurutnya PAD langsung mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Ini menjadi angin segar dalam pendapatan asli daerah kota pendidikan ini. Mengingat ada banyak tanah dan lahan milik Pemkot Malang yang disewakan.

"Jumlah tanah masih akan diinventarisir lagi. Tapi yang jelas harga sewa tanah yang sebelumnya Rp 10 juta sekarang bisa jadi Rp 1 miliar," imbuhnya.

Dia juga menegaskan jika perolehan PAD dari sektor sewa lahan itu mengalami lonjakan bukan dikarenakan penentuan target yang dibuat dalam perencanaan sebelumnya terlalu kecil. Melainkan memang ada perubahan harga sewa sebagaimana telah disarankan oleh BPK.

"Seperti Kota Surabaya, harga sewa tanahnya kan tinggi, dan Kota Malang sudah lakukan itu juga. Jadi bukan karena penentuan target sebelumnya terlalu kecil," terang pria berkacamata itu.

Baca Juga : Dinsos-P3AP2KB Salurkan Bantuan bagi 1.666 Warga Miskin

Sementara itu, anggota DPRD Kota Malang Fraksi PAN, Dito Arief menyampaikan langkah yang diambil Pemkot Malang untuk menaikkan harga sewa lahan tersebut sangat tepat. Karena selama ini, harga sewa lahan yang diberikan dinilai masih terlalu rendah.

"Saya kira memang nilai sewa aset pemkot selama ini kecil sekali, sehingga sewa lahan dan bangunan aset pemkot harus disesuaikan dengan nilai apraisal komersil agar Pemkot tidak dirugikan," jelasnya.

Dia pun mendorong agar Pemkot Malang melakukan inventarisir lahan dan aset milik daerah. Kemudian memberikan harga sewa sesuai dengan lokasi hingga luasan aset itu sendiri. Sehingga besaran tarifnya proporsional dan dapat menguntungkan Pemkot Malang juga penyewa lahan.

"Saya rasa demi menaikan PAD Kota Malang sebaiknya memang harus disesuaikan secara profesional dan objektif nilai appraisalnya," pungkasnya.