Kuatkan Kedalaman Spiritual, Rektor UIN Malang Ajak Warga Kampus Biasakan Zikir dalam Keseharian

MALANGTIMES - Untuk menguatkan pilar kedalaman spiritual di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang), Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris M Ag mengajak warga kampus untuk membiasakan zikir dalam keseharian.

Hal ini dinyatakan Haris dalam acara Halal bi Halal yang didatangi oleh seluruh pimpinan, staf, dosen, dan masyarakat sekitar kampus di Aula Lt.5 Gedung Ir. Soekarno, belum lama ini.

"Melakukan zikir merupakan salah satu cara untuk menguatkan pilar pertama kampus. Yakni, kedalaman spiritual," ujar Haris.

Apalagi kampus UIN Malang juga memiliki majelis untuk menaungi agenda zikir dan pelaksanaannya bisa diisi oleh KH Chamzawy, KH Marzuqi Mustamar, Drs H Isroqunnajah MAg, Dr H M Zainuddin MA, dan lain-lain.

Sehingga diharapkan adanya tradisi zikir bersama para kyai dan tokoh agama itu mampu menumbuhkan kedalaman spiritual bagi warga kampus UIN Malang.

Menurut rektor kelahiran Lamongan ini, dari keempat pilar UIN Malang, poin pertamalah yang paling mendasari dan paling penting sebagai landasan dari pilar lainnya.

“Apabila seluruh warga kampus UIN Malang sudah memiliki kedalaman spiritual maka segala kebijakan yang diambil dan diamanahkan, InsyaAllah akan berjalan dengan benar dan tentunya baik,” beber orang nomor wahid di kampus UIN Malang ini. 

Selain ungkapan rasa syukur, dalam sambutannya, rektor berharap kepada seluruh keluarga besar UIN Malang untuk benar-benar mampu memanfaatkan moment penting seperti halal bihalal ini.

“Ini adalah momen yang penting bagi kita karena bisa saling memaafkan, melepaskan rasa iri, dengki, dll,” imbuhnya. 

Dalam kesempatan tersebut, Haris mengajak kepada seluruh warga kampus UIN Malang untuk saling memaafkan di momen fitri ini.  

Haris meminta agar melepaskan semua rasa negatif dan sentimen serta berburuk sangka kepada sesama. 

Sebab, Islam mengajarkan manusia untuk selalu berbuat baik dan saling membukakan pintu maafnya.

UIN Malang sendiri memiliki empat pilar utama yang apabila itu dipegang teguh dan diamalkan, insya Allah akan menjadi orang yang selamat, yaitu memilki kedalaman spiritual, keagungan akhlak, keluasan ilmu, dan kematangan profesional.

Hadir juga dalam forum tersebut KH. Marzuki Mustamar pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad Gasek Malang. 

KH. Marzuki kali ini memberi tausiah tentang mensikapi perbedaan madzhab di negeri ini.

Dia menilai bahwa perbedaan itu tidak perlu dipersoalkan dan dipermasalahkan panjang lebar, yang terpenting amal syar'i yang dilakukan masih dalam koridor hukum dan memiliki dalil yang jelas serta bisa dipertangung jawabkan.

Di akhir acara ada sesi pemberian penghargaan kepada salah satu warga sivitas UIN Malang atas dharma baktinya telah mengabdikan diri kepada universitas sejak masih berstatus IAIN sampai sekarang ini menjadi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, atas nama Mochamad Robby SE. 

Top