MALANGTIMES - Kepedulian Pemerintah Kota (Pemkot) Malang akan kesehatan warganya masih terus menjadi prioritas utama. 

Lantaran, akses masayarakat dalam memperoleh fasilitas kesehatan yang kerap mengalami kendala.

Karenanya, Pemkot Malang menargetkan pada tahun 2020 mendatang seluruh warganya sudah harus tercover Universal Health Coverage (UHC).

Hal itu juga dinilai dari tingkat partisipasi masyarakat untuk bergabung dalam kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) masih minim.

"Tahun 2020, sudah kita targetkan kemarin. Jadi UHC kita semuanya sudah tercover nantinya oleh BPJS Kesehatan," ujar Wali Kota Malang, Sutiaji usai menghadiri Rapat Paripurna di Kantor DPRD Kota Malang, Rabu (12/6).

Meski begitu, Sutiaji menambahkan terkait anggarannya belum bisa membeberkan secara pasti untuk merealisasikan program kesehatan ini. 

Tapi diperkirakan akan mencapai Rp 30 - Rp 40 miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

"Tapi anggarannya masih mengikuti yang lama, jadi asumsi preminya masih Rp 23.500," imbuh dia. 

Hingga saat ini jumlah warga Kota Malang yang belum tercover BPJS tercatat sekitar 200 ribu jiwa. 

Sehingga dengan program itu, pihaknya menegaskan untuk tidak akan membuat sistem subsidi silang. 

Karena baik warga yang tingkat ekonominya menengah atau atas tetap mendapatkan jaminan kesehatan itu.

"Semoga nanti juga ada kenaikan, kami targetkan 100 persen semua warga Kota Malang nantinya tercover semuanya. Mohon doanya, di kisaran waktu ini bisa segera terealisasikan," pungkas dia.