MALANGTIMES - Masyarakat, khususnya warga Kota Malang, patut mewaspadai musim kemarau. Sebab menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, pada musim tersebut, rentan terjadi adanya peristiwa kebakaran.

Sehingga saat musim kemarau, kebakaran merupakan bencana yang bisa menjadi ancaman bagi masyarakat, terlebih lagi pada kawasan permukiman padat penduduk.

Kepala Seksi (Kasi) Kesiapsiagaan BPBD Kota Malang, Nur Asmi membenarkan, jika kebakaran menjadi ancaman bencana yang serius saat kemarau. Sebab, dari data, kebakaran menduduki puncak atau peringkat pertama dalam hal kerentanan terjadinya bencana.

"Memang saat ini masih belum memasuki musim puncak kemarau. Namun potensi kerawanan bencana apalagi kebakaran bisa jadi meningkat," bebernya beberapa waktu lalu

Lanjutnya, dari laporan akhir bulanan, data Bulan Mei 2019, memang tercatat terjadi 13 kali bencana, yakni enam kali bencana tanah longsor dan juga enam kali bencana kebakaran, serta satu kali bencana jenis lainnya.

Namun jumlah enam kali kebakaran tersebut, kini bertambah satu, setelah kejadian kebakaran sebuah gudang penyimpanan kertas di Jalan Tutut, Arjowinangun, Kedungkandang, Kota Malang kemarin (10/6/2019).

Meskipun begitu, jumlah tersebut justru mengalami penurunan sekitar 50 persen dibandingkan bulan sebelumnya, yakni bulan April 2019. Pada bulan tersebut, tercatat 23 bencana terjadi

"Memang penurunan tersebut karena perubahan atau transisi dari musim hujan ke musim kemarau," bebernya

Lebih lanjut ia menghimbau, jika saat ini, masyarakat juga harus waspada dan selalu berhati-hati akan potensi bencana, khususnya kebakaran. Terlebih lagi, mereka yang tinggal dikawasan pemukiman padat.

Selain itu, masyarakat juga dihimbau untuk hati-hati memasang jaringan listrik. Sebab, dengan pemasangan jaringan yang sembarangan dan bukan dengan ahlinya, bisa saja justru berbuah bencana.

"Makanya kami imbau sekali lagi agar terus waspada. Dan jangan segan untuk melaporkan hal-hal yang bisa saja memicu bencana kepada pihak terkait,"pungkasnya.