Suasana gerbang Tol Malang-Pandaan di Singosari, Kabupaten Malang. (Foto: Setneg RI)

Suasana gerbang Tol Malang-Pandaan di Singosari, Kabupaten Malang. (Foto: Setneg RI)



MALANGTIMES - Masyarakat pengguna Tol Malang-Pandaan (Mapan) bakal mulai merogoh kocek untuk menikmati jalan bebas hambatan itu. Pasalnya, tol yang diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada awal Mei 2019 itu bakal berbayar usai periode libur Hari Raya Idul Fitri 1440 H. 

Usai diresmikan, tol yang melintasi tiga daerah itu digratiskan selama arus mudik hingga balik lebaran.  Walaupun, operasional tol sekarang baru mencapai sekitar 30 kilometer. Pihak pengelola, PT Jasa Marga Pandaan Malang (JPM) mengakui hingga saat ini tarif Tol Mapan masih belum ditentukan. Untuk tol sepanjang 38,48 kilometer itu, ongkos yang mungkin diberlakukan berkisar di angka Rp 34-38 ribu.

Direktur Teknik PT JPM Siswantono mengatakan, setelah lebaran ini tarif Tol Pandaan-Malang akan keluar. Namun, hingga sampai saat ini, tarif Tol masih digratiskan mengingat masih dalam arus balik lebaran. Menurut Siswantono, pihaknya masih melakukan perincian dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT). "Kami masih memproses tarif ini dengan BPJT, kemungkinan berkisar antara Rp 900 sampai Rp 1000 per kilometer untuk golongan I," terangnya. 

Di sisi lain, selama tarif tol digratiskan, para pengendara maupun pemudik bisa leluasa melewati Tol Pandaan-Malang dengan bermodalkan kartu E-Toll. Kartu E-Toll tersebut nantinya hanya ditempelkan di Gardu Tol Otomatis (GTO) untuk membuka palang pintu.

Pada puncak arus balik kemarin, jumlah pengendara yang melewati Tol Mapan mencapai angka 95.000 kendaraan. Jumlah tersebut cukup tinggi, mengingat wilayah Malang Raya merupakan salah satu destinasi favorit untuk berwisata bagi masyarakat dari berbagai daerah.

Hal senada diungkapkan oleh Direktur Utama PT JPM Agus Purnomo. Agus mengatakan, pihaknya kini menunggu ketentuan dari pusat mengenai keputusan tarif Tol Pandaan-Malang. "Masih belum ada keputusan. Tetapi dalam waktu dekat tentu akan disampaikan, setelah arus balik lebaran ini usai," sebutnya.

Setelah lebaran ini, lanjut Agus, pihaknya tinggal menunggu saja. Agus menyebut bahwa kebijakan tarif itu diusulkan oleh bagian teknis PT Jasa Marga Tol Pandaan-Malang. "Semoga, setelah lebaran ini tarif tol sudah bisa diterbitkan, karena kami sudah mendapatkan sertifikat layak operasi. Untuk itu kami masih menunggu keputusan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat," pungkasnya. 

End of content

No more pages to load