Ilustrasi curanmor (Posmetro Padang)

Ilustrasi curanmor (Posmetro Padang)



MALANGTIMES - Bandit-Bandit pelaku pencurian kendaraan bermotor di Malang Kota, terus diciduk oleh petugas Polres Malang Kota. 

Baru-baru ini, polisi berhasil menciduk dua pemetik spesial mobil dan motor yang diketahui dulunya merupakan residivis kasus narkoba.

Mereka adalah R (28) dan juga AFY (33). Kedua bandit spesialis kendaraan pickup tersebut, diketahui terakhir kali beraksi menggasak mobil pickup di dua lokasi di kawasan Kota Malang.

Saat itu, mereka beraksi di kawasan Jalan Raya Gadang pada dinihari, tepatnya sekitar pukul 03.00 WIB (29/6/2019) dan berhasil menggasak sebuah motor Yamah Vixion. 

Kemudian menjelang lebaran lalu, tepatnya tanggal 2 Juni 2019, sekitar pukul 02.55 WIB, pelaku kembali beraksi di kawasan Jalan A Yani, Blimbing, Kota Malang. 

Di sana pelaku menggasak sebuah mobil pickup yang diparkir pemiliknya.

Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri SIK, SH, MH menjelaskan, jika setelah kejadian pencurian pertama, tak lama pemiliknya langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Malang Kota. 

Dari situ, akhirnya petugas langsung saja melakukan penyelidikan.

Setelah dilakukan penyelidikan, kemudian petugas berhasil mendapatkan identitas dan ciri-ciri pelaku. 

Petugas melakukan penangkapan saat pelaku beraksi melakukan pencurian mobil pickup.

Saat ditangkap, kedua pelaku sempat melawan. Tak mau buruannya kabur, akhirnya petugas melakukan tindakan tegas melumpuhkan pelaku dengan timah panas pada kakinya.

"Pelaku ditangkap saat beraksi pada dini hari, saat itu mereka diketahui tengah melakukan pencurian mobil Pickup di kawasan Blimbing. Dari hasil pemeriksaan, pelaku memang merupakan residivis kasus narkoba," bebernya.

Modus yang digunakan pelaku saat melakukan aksi pencurian, dengan merusak kunci pintu mobil dan kunci kontak. 

Kabel mobil pickup dirusak dan kemudian diganti oleh kabel yang dibawa oleh pelaku untuk menyalakan mobil. 

Sementara, untuk aksi pencurian sepeda motor dilakukan dengan cara merusak kontak dengan kunci T.

"Dari pengakuannya, barang hasil curian, dijual pelaku untuk keperluan sehari-hari. Saat ini terus kami periksa apakah pelaku juga beraksi di tempat-tempat yang lainnya. Kedua pelaku, dikenakan dengan pasal 363 tentang pencurinya dengan pemberatan (curat) dengan ancaman hukuman penjara tujuh tahun," pungkasnya.

End of content

No more pages to load