MALANGTIMES - Berbagai persiapan telah dilakukan petugas gabungan guna meminimalisir potensi kebakaran saat musim mudik lebaran. Seperti yang dilakukan Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran (PPBK) Kabupaten Malang. Selain mensiagakan beberapa armada pemadam kebakaran, puluhan personel juga sudah disiagakan.

“Saat Operasi Ketupat Semeru 2019, yang berlangsung sejak tanggal 29 Mei hingga 10 Juni. Kami sudah mensiagakan 35 personel pemadam kebakaran yang akan stand by di pos pemantauan lebaran,” kata Kepala bidang PPBK Kabupaten Malang, Goly Karyanto kepada malangtimes.com.

Sebanyak 35 personel tersebut, lanjut Goly, bakal bergantian melakukan pengawasan dan pemantauan guna meminimalisir serta menanggulangi jika sewaktu-waktu kebakaran terjadi. “Sebanyak 35 personel yang dikerahkan bakal melakukan pengamanan secara bergiliran, dalam sehari minimal ada 9 personel yang bertugas,” terang Goly kepada MalangTIMES.com.

Selain memastikan kesiapan personel PMK Kabupaten Malang, dua armada pemadam kebakaran juga bakal selalu stand by jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Bahkan, meski tidak ada kebakaran tangki mobil pemadam kebakaran akan selalu terisi penuh, guna mengantisipasi jika ada kebakaran yang terjadi saat lebaran.

“Kami juga sudah menyiapkan beberapa APAR (Alat Pemadam Api Ringan), di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Malang, sebagai langkah antisipasi pertama saat kebakaran melanda,” sambung Goly.

Sebagi informasi, sejauh ini tercatat ada sekitar 20 insiden kebakaran yang terjadi di sepanjang bulan januari hingga mei 2019. Dimana, dari catatan yang dihimpun PPBK Kabupaten, jumlah kebakaran di setiap tahunnya memang mengalami peningkatan yang signifikan.

Terkait maraknya insiden kebakaran, Goly mengimbau kepada masyarakat agar tidak ceroboh saat meninggalkan rumah untuk mudik lebaran. Sebelum pulang ke kampung halaman, kompor elpiji harus dipastikan sudah mati. Selain itu stop kontak listrik, juga harus dicabut dari panel utama guna meminimalisir adanya kebakaran. 

“Stop kontak jika terus-terusan dialiri arus listrik, maka dapat menyebabkan konsleting dan memicu percikan api yang dapat menyebabkan kebakaran,” tutup Goly.