Ilustrasi pelayanan di BPR Tugu Artha Kota Malang sebelum lebaran. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

Ilustrasi pelayanan di BPR Tugu Artha Kota Malang sebelum lebaran. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Memasuki era berkembangnya financial technology (fintech) lending atau pinjaman berbasis online, bank-bank perkreditan punya tantangan baru. Terutama soal fasilitas kemudahan akses, jangkauan, serta kemudahan dalam pengajuan pinjaman.

Saat ini, banyak pencari dana segar tergoda untuk menggunakan layanan yang ditawarkan penyedia fintech atau peer to peer (P2P) lending. Hanya cukup dengan membuat akun, mengisi formulir secara online, sejumlah uang sudah bisa langsung digunakan. 

"Ini yang menjadi tantangan bagi bank perkreditan rakyat (BPR) konvensional yang membutuhkan verifikasi dan tatap muka dengan nasabah," ujar Direktur Perusahaan Daerah (PD) BPR Tugu Artha Kota Malang, Nyimas Nunin Anisah. 

Nunin mengungkapkan, pihak bank konvensional tidak bisa serta merta mengubah layanan dari yang semula direct (langsung) menjadi daring atau online. 

"Nggak bisa kalau main online saja. Yang saat ini kami terapkan untuk mengejar percepatan layanan berbasis teknologi juga masih semi online," terangnya. 

Layanan semi online itu, lanjut Nunin, bisa diakses masyarakat melalui website khusus yakni Portal Pondokkredit.com. 

BPR Tugu Artha Malang bekerja sama bersama 7 BPR lain di Malang Raya, yakni BPR Dampit, Batu Pakis, Kepanjen, Kebonagung, dan Sumberpucung. Portal itu menyediakan fasilitas atau layanan jemput bola bagi calon nasabah. 

"Nasabah tidak perlu ke bank isi formulir. Tinggal membuka portal itu, mendaftar. Nanti ada notifikasi dan akan kami tindak lanjuti," urainya. 

Pengajuan itu nantinya menjadi dasar bagi pihak bank untuk mendatangi langsung calon nasabah. Nasabah nantinya cukup menyiapkan persyaratan yang dibutuhkan tanpa harus datang ke bank. 

"Jadi daftar online, petugas kami yang datang ke rumah. Kalau sudah sesuai, nanti kami proses kreditnya dan bisa langsung cair," sebutnya. 

Portal tersebut memiliki sistem deteksi lokasi untuk menentukan lokasi calon nasabah. 

"Kalau peminjam orang yang berdomisili di Kota Malang, maka notifikasinya akan masuk pada kami. Begitu juga misalnya ada yang tinggal di kabupaten atau Kota Batu maka akan masuk ke BPR terdekat," urainya.

Nasabah juga bisa memilih produk kredit yang ditawarkan sama seperti pengajuan secara langsung. 

"Karena saat ini kan era fintech, jadi kami ikut mengembangkan meskipun bisa dibilang ini masih semi fintech karena ada survei. Hanya pengajuan saja yang lewat online dan ini juga sudah ada izin dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan)," pungkasnya.

End of content

No more pages to load