Jumlah Kasus Penipuan Meningkat Signifikan, Polres Malang Petakan 21 Titik Rawan Kejahatan Saat Lebaran

MALANGTIMES - Meski tahun 2019 masih berusia lima bulan, namun kasus penipuan sudah mengalami peningkatan yang signifikan jika dibandingkan dengan tahun 2018 lalu. Hingga bulan Mei, Polres Malang sudah disibukkan dengan 79 kasus penipuan.

Jumlah tersebut terpaut jauh jika dibandingkan dengan tahun 2018. Sebab, disepanjang tahun 2018 lalu, Polres Malang hanya menangani sekitar 57 kasus penipuan. Dimana 36 kasus, merupakan penipuan jual beli online. Sedangkan sisanya, yakni sebanyak 21 perkara merupakan aksi penipuan bermotif gendam.

Terkait maraknya aksi penipuan, membuat Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung, mengerahkan sekitar 800 personel kepolisian guna mengantisipasi tindak kejahatan jalanan, yang meliputi penipuan, gendam, jambret, copet, dan berbagai aksi kejahatan lain, yang dikhawatirkan bakal terjadi saat memasuki mudik lebaran.

“Kami sudah memetakan 21 titik rawan kejahatan jalanan, nantinya personel bakal disiagakan untuk melakukan pengamanan di seluruh titik rawan tersebut,” terang anggota polisi yang akrab disapa Ujung ini.

Dari 21 titik rawan kejahatan jalanan, terbagi menjadi empat kategori. Yakni terminal, stasiun kereta api, bandara, dan objek perbelanjaan.

Dari kategori terminal, di Kabupaten Malang ada enam lokasi. Yakni terminal Lawang, Singosari, Pakisaji, Kepanjen, Ngebruk, dan Sumberpucung.

Sedangkan pada kategori stasiun, ada tiga titik. Yakni stasiun Talangagung Kepanjen, Dampit, dan Sumberpucung. Kemudian kategori bandara hanya ada satu, yakni Bandara Abd Rachman Saleh.

Sisanya adalah kategori pusat perbelanjaan, yang meliputi 11 titik. Yaitu Pasar Baru Lawang, Pasar dan Ruko Singosari, Pasar Pakisaji, Pasar Bululawang, Pasar Turen, Pasar Dampit, Pasar / Ruko Gondanglegi, Pasar Kepanjen, Ruko Posindo Kepanjen, Ruko Simpang Empat Kepanjen, dan Pasar Sumberpucung.

“Senantiasa waspada saat mudik lebaran, awasi barang pribadi dan jangan taruh barang berharga di bagasi tansportasi umum. Dan yang terpenting, jangan mengenakan perhiasan yang berlebihan. Sebab bisa memancing pencuri untuk melancarkan aksi kejahatan,” tutup Ujung.

Top