Ilustrasi (istimewa)
Ilustrasi (istimewa)

MALANGTIMES - Nabi Muhammad SAW merupakan panutan yang begitu dimuliakan oleh umat muslim di dunia. Bukan hanya sebatas ajaran agama saja. Berbagai kebiasaan dan pola hidupnya pun selalu menuai kagum. Itu sebabnya, muslim di seluruh dunia selalu berusaha untuk meneladani setiap apa yang dilakukan Rasulullah.

Pola hidup sehat yang dilakukan Nabi Muhammad SAW salah satunya. Pola makan hingga beristirahat dalam menjaga kesehatan yang dilakukan Rasulullah SAW  begitu luar biasa. Para ahli pun merasa kagum dengan pola yang dijalankan nabi terakhir dalam ajaran Islam tersebut.

Dilansir dari channel youtube Islam Populer, dikatakan bahwa Nabi Muhammad  semasa hidupnya hanya mengalami sakit selama dua kali. Pertama ketika menerima wahyu pertama dari Allah SWT dan yang kedua adalah ketika Nabi Muhammad akan meninggal dunia.

Kondisi fisik itu pun begitu dikagumi. Sebab, pada masa Nabi Muhammad menyebarkan syiar agama Islam, penduduk Madinah dan umat Rasulullah SAW termasuk sangat jarang mengalami sakit. Hingga dalam sebuah kisah disebutkan jika ada seorang tabib asal Mesir yang kemudian bertanya tentang alasan Nabi Muhammad dan umatnya sangat jarang sakit.

"Kami adalah umat yang tidak makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang," jawab Rasulullah atas pertanyaan tabib tersebut.

Sementara dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda: "Tidaklah sekali-sekali manusia memenuhi sebuah wadah pun yang lebih berbahaya dari perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap makanan untuk menegakkan tubuhnya. Jika ia harus mengisinya, maka sepertiga (bagian lambung) untuk mekanannya, sepertiga lagi untuk minumannya, dan sepertiganya lagi untuk nafasnya (udara)," HR Tirmidzi.

Setelah berabad-abad kemudian, para ahli pun mencoba membuktikan pernyataan Rasulullah SAW tersebut. Para pakar pun kagum dan menilai pola diet dan pola hidup sehat yang ditunjukkan tersebut dapat memanjangkan umur seseorang. Bahkan disebut juga sebagai diet rendah kalori yang sangat bagus untuk ditiru.

Para ahli kesehatan pun menyampaikan jika cara untuk mengurangi kalori itu dapat dilakukan secara otomatis melalui pengurangan porsi makanan. Namun tidak untuk mengurangi nutrisi yang dibutuhkan oleh setiap tubuh manusia. Artinya bukan hanya sekadar memakan semua jenis makanan dalam jumlah sedikit ya.

Selain itu, para ahli berpendapat bahwa makan sedikit akan membuat seseorang berkonsentrasi memperbaiki diri sendiri. Sehingga kegiatan perbaikan DNA membuat zat toksin keluar tubuh. Selanjutnya regenerasi sel rusak dengan sel sehat dapat berlangsung lebih optimal. Sedangkan ketika mengonsumsi makanan dengan jumlah besar, maka akan menyibukkan tubuh untuk menguraikan makanan.

Bahkan, sederet penyakit mematikan seperti jantung hingga kanker dapat dihindari seseorang dengan pola sehat yang diterapkan Rasulullah SAW tersebut. Soalnya, dalam penelitian sudah jelas dikatakan jika tubuh memiliki kemampuan untuk memperbaiki diri sendiri.