Parkir liar di Kota Malang. (Doc. MalangTIMES)
Parkir liar di Kota Malang. (Doc. MalangTIMES)

MALANGTIMES - Fenomena mengenai tukang parkir di Malang adalah hal menarik untuk dibahas. Terlebih lagi, banyak orang yang menganggap parkir di kota Malang termasuk mahal dan ugal-ugalan. Namun perlu diketahui bahwa di Kota Nakhon Si Thammarat, Thailand, harga parkir ternyata jauh lebih mahal.

Meski begitu, di Nakhon tidak semua tempat ada parkir. Selain itu, parkir di sana aman. Berbeda dengan di Malang yang meski harganya masih lebih murah dibanding di Nakhon Si Thammarat, namun cenderung tidak aman serta parkiran ada di mana-mana.

Hal ini diungkapkan oleh Nisita Choomanee, mahasiswa jurusan ASEAN Studies di Walailak University, Thailand, yang mengikuti program Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) di Universitas Negeri Malang, dalam penelitiannya.

"Di Thailand, ada beberapa aturan untuk parkir, seperti di pinggir jalan ada garis warna merah dan putih artinya dilarang parkir dan tidak bisa menjemput atau mengantar penumpang ke pinggir jalan. Kemudian ada garis warna lain yang memiliki makna yang berbeda juga," jelas wanita yang akrab disapa Shinta ini.

Garis warna kuning dan putih artinya dilarang parkir lama dan hanya ada sedikit waktu untuk menjemput atau mangantar penumpang. Sedangkan garis warna putih dan hitam artinya bisa parkir, tetapi harus parkir dekat pinggir jalan.

Jika tidak mengikuti aturan, orang yang  parkir sembarangan di Nakhon akan ditangkap oleh  polisi. Selain itu, garis warna itu dapat membantu pengemudi untuk melihat saat malam hari. "Sedangkan di Indonesia tidak ada aturan seperti itu," tandasnya.

Seperti yang diketahui, tarif parkir di kota Malang untuk satu sepeda motor Rp 2.000 dan harga untuk mobil Rp 3.000. Dalam satu bulan, tukang parkir di Malang mendapat penghasilan sekitar Rp 1.200.000 sampai Rp 1.500.000.

Nisita Choomanee alias Shinta, mahasiswa dari Walailak University, Thailand.

Sedangkan, tarif parkir di Kota Nakhon Si Thammarat untuk sepeda motor sekitar Rp 4.400 hingga Rp 11.000 dan harga untuk parkir mobil kira-kira Rp 13.200 hingga Rp 19.800. Dalam satu bulan, tukang parkir di Nakhon mendapat penghasilan kira-kira Rp 3.900.000 hingga Rp 7.040.000.

"Biasanya tempat yang ada tukang parkir di Nakhon Si Thammarat yaitu di depan rumah sakit, beberapa pasar, dan acara yang besar," imbuhnya.

Meski harga tempat parkir di Nakhon Si Thammarat lebih mahal, tidak banyak tempat di kota ini yang mengharuskan parkir. Selain itu, banyak tukang parkir yang melakukan kinerjanya dengan baik. "Kinerja tukang parkir kurang baik karena kebanyakan mereka hanya mengambil uang lalu pergi," terang Shinta.

Shinta menyatakan, kebanyakan tempat parkir di Kota Malang masih kurang aman. Salah satunya karena tempat parkir terlalu dekat dengan jalan raya sehingga berbahaya bagi pengguna parkir.

Di Kota Nakhon Si Thammarat, ada juga tempat parkir yang masih kurang aman. Tukang parkir tidak bisa menjaga semua kendaraan yang diparkir dari pencuri karena lahan tempat parkir di sana yang sangat luas.

"Di sisi lain, tarif parkir di Kota Nakhon Si Thammarat terlalu mahal dan hanya bisa parkir 2 jam. Sedangkan di Kota Malang tarif lebih murah, tetapi harus sering membayar ketika akan parkir karena parkiran ada di mana-mana," bebernya.

Bagi Shinta, ada beberapa tempat di kota Malang yang seharusnya tidak memerlukan tukang parkir. Contohnya  di ATM, toko-toko kecil, warung-warung, Indomaret, Alfamart, dan kampus.

"Beberapa tukang parkir di Kota Malang kurang bertanggung jawab dengan tugasnya, karena ada beberapa tukang parkir yang hanya meminta uang tetapi tidak bekerja. Saya sering melihat tukang parkir yang tidak pakai rompi parkir. Mungkin mereka adalah tukamg parkir liar," tukasnya.

Menurut Shinta, sebaiknya pemerintah harus serius mengatur tarif parkir agar sama di setiap tempat dan meminta agar seluruh tukang parkir mendaftarkan dirinya di kantor pemerintahan hingga semua tukang parkir di Kota Malang legal.

"Selain itu, harus ada polisi yang memeriksa tukang parkir liar untuk melakukan penertiban dan mengurangi jumlah tukang parkir liar, sehingga ada arah yang jelas tentang tukang parkir di Kota Malang," pungkasnya.