Bangunan Balai Kota Malang (Dok. MalangTIMES)

Bangunan Balai Kota Malang (Dok. MalangTIMES)



MALANGTIMES - Renovasi Bangunan Cagar Budaya (CB) nampaknya tidak semudah membenahi rumah dan bangunan modern. Karena ternyata, ada banyak mekanisme yang harus dilalui sebelum akhirnya renovasi tersebut dilakukan.

Sekretaris Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Malang, Agung H Bhuana menyampaikan, sesuai dengan advice planning atau keterangan rencana kota (AP-KRK), maka bangunan cagar budaya yang akan direnovasi harus mendapatkan rekomendasi dari TACB. Rekomendasi itu harus diperoleh sebelum proses pembenahan dilaksanakan.

"Termasuk juga pembuatan IMB dalam kawasan CB perlu surat rekomendasi dari TACB yg tertuang dalam AP-KRK, teknisnya disusun melalui SOP pelayanan rekom TACB untuk renov, pemugaran, adaptasi," kata Agung pada MalangTIMES belum lama ini.

Dia menjelaskan, pemberian rekomendasi oleh tim TACB dilakukan melalui berbagai tahapan. Di antaranya adalah harus melalui survei terlebih dulu. Kemudian dilanjutkan dengan rapat serta sidang dengan pemohon.

"Lumayan sudah banyak yang paham. Satu kali sidang sudah dua sampai tiga objek," jelas pria ramah itu.

Jika tak mengindahkan mekanisme yang ada, menurutnya pemilik bangunan cagar budaya akan dihadapkan dengan Undang-Undang Cagar Budaya dan Peraturan Daerah Cagar Budaya.

Lebih jauh Agung menyampaikan, saat ini semakin banyak pemilik bangunan berusia ratusan tahun untuk ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya. Ini menunjukkan jika perhatian masyarakat terhadap bangunan cagar budaya sudah semakin membaik.

"Saat ini sudah ada 40 usulan yang masuk untuk ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya. Bahkan ada yang dari permintaan pemilik bangunan. Kami sangat apresiasi itu," jelasnya.

Dari 40 usulan bangunan tua yang telah didata itu, beberapa akan segera ditetapkan setelah lebaran. Diantaranya adalah pendopo dan rumah dinas Bupati Malang, Hotel Shalimar, penanda arah depan PLN Kayutangan, Tugu Merdeka Balaikota, Kantor KOREM, SMK Yadika Jl
Semeru, SMAN 2 Kota Malang, hingga SD Brantas.

"Setelah lebaran kami akan undang pemilik bangunan calon objek cagar budaya," tutup Agung. 

End of content

No more pages to load