MALANGTIMES - Fly Ash atau abu terbang merupakan salah satu jenis limbah dari suatu proses pembakaran dengan sumber bahan bakar dari batubara.

Fly ash yang terbang bebas di udara dapat menjadi ancaman apabila terhirup oleh manusia karena mengandung banyak residu kimia yang seharusnya tidak dihirup manusia, seperti, silicon dioksida SiO2, baik berupa kristal ataupun debu.

Untuk mengurangi pencemaran lingkungan ini, sekelompok mahasiswa Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang memanfaatkan fly ash sisa dari hasil pembakaran batu bara pada pembangkit listrik menjadi beton bermutu tinggi.

Mereka adalah Reynhard Bayu Prananda Ghunu, I Komang Azi Sunarya G., dan Wahyu Bangkit Pangestuaji yang tergabung dalam kelompok bernama The Engineer.

Berkat karyanya ini, mereka meraih juara satu dalam Lomba Kuat Tekan Beton (LKTB) 2019 di Universitas Kristen Petra Surabaya beberapa waktu yang lalu. Lomba berskala nasional ini mengumpulkan mahasiswa Teknik Sipil seluruh Indonesia untuk bertanding membuat inovasi pembuatan beton yang efisien, ramah lingkungan, dan berkualitas tinggi.

Reynhard Bayu Prananda Ghunu selaku Ketua Tim Engineer menyatakan, kelompoknya menggunakan fly ash dan semen dengan komposisi 40 persen fly ash dan 50 persen semen.

“Komposisi yang kami gunakan perbandingan 45 persen fly ash dan 50 persen semen. Fly ash ini bisa menaikkan kuat tekan beton dalam waktu yang lama. Semakin lama beton semakin kuat,” ujar Reynhard.

Menurut Reynhard, campuran fly ash dan semen yang pas bisa menghasilkan beton mutu tinggi. Ini setara dengan kekuatan beton untuk membangun gedung-gedung tinggi.

Untuk menghasilkan beton yang kuat menurut mahasiswa semester 8 ini kuncinya adalah pada mixing atau pencampuran.

“Meskipun perhitungannya sudah benar belum tentu komposisinya pas. Perlu feeling dan pengalaman sehingga mendapat campuran yang pas,” ungkap mahasiswa yang pernah menyabet juara 3 dalam ajang yang sama di tahun 2018 yang lalu.

Tentunya, pemanfaatan fly ash menjadi beton ini akan mengurangi pencemaran lingkungan karena fly ash bisa beracun.

Tak hanya Tim Engineer, Tim Beton Tahan Serang (BTS) juga meraih juara dua dalam kompetisi yang sama. Seperti halnya tim Engineer, Tim BTS melaju ke final setelah berkompetisi dengan total 75 tim se-Indonesia. Tim BTS terdiri atas Dian Roby Sugara (semester 6), Fellix Christovel Sambaiang (semester 4), dan Riski Kurniawan (semester 2).

Selain mendapatkan uang tunai jutaan rupiah, dua kelompok itu juga dibebaskan biaya SPP. Satu tahun bagi juara I dan satu semester bagi juara II.