Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Setiap menjelang lebaran, harga kebutuhan pokok utamanya sayuran selalu mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Sehingga, masyarakat tak jarang mengeluh dengan harga kebutuhan yang terus meroket.

Menanggapi itu, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak menjelaskan, kenaikan harga kebutuhan pokok terutama sayuran itu dilatarbelakangi berbagai hal. Salah satunya adalah masa panen yang terkadang tak sama dengan kebutuhan di pasar.

"Itu sebabnya pada 27 Mei kemarin kami launching big data super layanan untuk memantau kebutuhan," katanya pada wartawan usai memantau harga kebutuhan pokok di Pasar Singosari, Jumat (31/5/2019).

Dia menjelaskan, big data super layanan itu tujuannya adalah mengelola kebutuhan dan langsung menghubungkannya dengan dunia pertanian. Sehingga, petani dapat mengetahui kebutuhan pasar dan menyesuaikan dengan masa panen.

"Dan sekarang memang masih belum terkoneksi, akan segera dikoneksikan," imbuhnya.

Ketika sudah terhubung, maka perputaran kebutuhan pokok dan sayuran di pasar diharapkan dapat stabil dan sesuai dengan kebutuhan. Karena sayuran merupakan kebutuhan pokok yang tidak dapat bertahan lama.

"Kalau diproduksi berlebihan nggak bisa, karena produk pertanian nggak bisa tahan lama," jelasnya lagi.

Tak hanya itu, dia juga menyampaikan jika akan ada inovasi lain yang mungkin bisa diterapkan untuk mengantisipasi masalah tersebut. Salah satunya melalui Controlled Atmosphere Storage/CAS (Sarana Penyimpanan Dengan Sistem Pengkondisian Udara) seperti yang sudah dilakukan di beberapa daerah.

"Mungkin nanti Jatim akan mencoba CAS ini," tutup Emil.