Kondisi jalan di kawasan Taman Nasional Gunung Bromo saat terjadi erupsi pada Maret 2019 lalu. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Kondisi jalan di kawasan Taman Nasional Gunung Bromo saat terjadi erupsi pada Maret 2019 lalu. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Balai Besar (BB) Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) merilis sejumlah imbauan bagi wisatawan menyambut libur Lebaran 2019. Salah satunya, pengunjung yang membawa kendaraan pribadi dianjurkan untuk berhati-hati bagi pengguna sepeda motor matik. Anjuran itu disampaikan untuk meminimalkan risiko kecelakaan. 

Kepala BB TNBTS John Kenedie mengimbau kepada pengunjung yang menggunakan kendaraan roda dua jenis matik agar berhati-hati. Juga untuk mengecek mesin, rem, dan fasilitas keamanan lainnya sebelum berangkat. "Mengingat medan topografi TNBTS yang bervariasi, cek kondisi kendaraan harus benar-benar prima, terutama yang datang mengendarai motor matik," sebutnya dalam rilis hari ini (31/5/2019). 

Kendaraan matik juga dianjurkan beristirahat pada titik-titik tertentu untuk memulihkan stamina dan kondisi fisik kendaraan. "Antisipasi rem blong. Jadi, diusahakan berhenti sejenak dan tidak berkendara dengan kecepatan tinggi, terutama pada saat melalui jalan yang menurun," paparnya. 

Seluruh wisatawan diminta tetap waspada, menjaga ketertiban dan mematuhi peraturan yang berlaku selama berwisata di TNBTS. 

John menyebut, kawasan wisata Gunung Bromo dan pendakian Semeru TNBTS merupakan salah satu destinasi favorit wisatawan baik regional, nasional dan internasional. "Dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, libur panjang Idul Fitri ini salah satu momen puncak kunjungan wisatawan," ungkap pria kelahiran 20 Oktober 1960 itu. 

Jumlah kunjungan wisatawan yang meningkat, lanjut John, tidak jarang menyebabkan persoalan kepadatan massa. Misanya di pintu-pintu masuk kawasan dan titik-titik destinasi utama di Gunung Bromo, lautan pasir, savana, view poin penanjakan dan pendakian Semeru.  "Konsentrasi pengunjung ke kawasan Bromo dan pada momen libur lebaran Idul Fitri tersebut memerlukan fasilitasi pelayanan dan pengamanan pengunjung yang memadai," ujarnya. 

Pihak BB TNBTS sudah menyiapkan personel pengamanan yang di pusatkan di empat pintu masuk. Yakni di pintu masuk Coban Trisula di Kabupaten Malang, pintu masuk Ranupani di Kabupaten Lumajang khusus untuk pendakian, pintu masuk Tengger Laut Pasir Cemorolawang di Kabupaten Probolinggo, dan pintu masuk Penanjakan Wonokitri di Kabupaten Pasuruan. 

Selain dari internal TNBTS, pelayanan dan pengamanan pengunjung juga dibantu oleh personel Polri, TNI, relawan dan mitra serta dukungan tenaga medis dari puskesmas terdekat.