Ilustrasi mudik gunakan motor matic (istimewa)
Ilustrasi mudik gunakan motor matic (istimewa)

MALANGTIMES - Libur Lebaran  segera tiba. Banyak orang yang memanfaatkan momen tersebut untuk mudik dan bertemu keluarganya.

Tapi untuk mudik, mungkin Anda akan membawa kendaraan sendiri untuk sampai di kampung halaman. Kali ini MalangTIMES akan bagi-bagi tips bagi para pemudik yang menggunakan motor matik.

 Ada tujuh hal yang harus diperhatikan untuk melakukan perjalanan jauh. Pertama, Anda harus siapkan alat yang digunakan untuk pengecekan kondisi kendaraan. Di antaranya alat pengukur tekanan angin pada ban, kunci 14, tang, obeng plus dan filter udara jika memang yang lama harus diganti.


1. Ukur Tekanan Angin di Ban

Untuk sepeda motor, ban menjadi satu faktor yang menentukan keselamatan dan kenyamanan berkendara. Ban merupakan komponen yang paling penting karena bersentuhan langsung dengan permukaan jalan. Bentuk, ukuran alur, dan komposisi lainnya menjadi pertimbangan yang harus Anda tentukan dengan matang.

Meski terdengar sepele, sebetulnya tekanan angin ban motor merupakan hal yang penting. Besar kecilnya tekanan angin akan memengaruhi kekerasan ban. Dan ini, sangat memengaruhi stabilitas serta kenyamanan berkendara.

Jika mengguanakan ban motor yang terlalu kempes, maka sepeda motor akan menjadi lebih berat. Hal ini membuat tapak semakin melebar sehingga motor akan lebih lambat dan ban gampang bocor. Bila dipompa secara asal sehingga ban motor menjadi terlalu keras, maka permukaan ban akan keras sehingga akan sangat tidak nyaman karena daya serap ban berkurang ketika melintas di jalan yang tidak rata.

Lalu, bagaimana tekanan angin ban motor yang tepat? Untuk ban sepeda motor, tekanan angin didalam ban berkisar antara 30 sampai 36 psi. Selain itu, kalian juga harus memperhatikan ban. Sebab, jika sudah halus, seyogianya harus diganti karena untuk kenyamanan berkendara ketika mudik.

2. Pengecekan Pengereman

Gunakan kunci 14 dengan tang untuk mengatur tingkat kepekaan rem yang berada di sebelah kiri ban bagian belakang.

Jepit tuas penyetel dengan tang dan kunci 14 digunakan untuk memutar mur penyetelnya. Untuk pengaturannya sendiri sebenarnya cukup relatif karena beberapa orang punya kebiasaan menggunakan rem dengan karakter panjang ataupun pendek.

Selain itu, Anda harus mengecek ketebalan kampas rem yang bisa dilihat di daerah piringan cakram atau tromol pada ban depan dan belakang.

3. Pengecekan Oli

Sangat mudah untuk mengecek oli karena tinggal membuka penutup nya dan mengambil stik yang kemudian dibersihkan terlebih dahulu.

Setelah bersih, kemudian masukkan kembali stik ke dalam tempat oli dan tutup hingga rapat. Buka tutup itu dan kemudian stik akan menunjukkan volume oli. Hal itu yang menentukan bahwa oli harus diganti atau hanya ditambah saja.

Kalau untuk mudik disarankan untuk mengganti oli yang baru agar mesin bisa stabil ketika dalam perjalanan.

4. Cek Volume Air Radiator

Air radiator sangat berpengaruh pada kondisi sepeda motor yang akan digunakan untuk perjalanan panjang karena fungsinya untuk mendinginkan mesin.

Jika dalam perjalanan jauh, apalagi terkena macet saat mudik, tentu mesin kendaraan akan panas. Air radiator adalah alat pendingin yang bisa membuat mesin tetap bisa aman ketika digunakan.

5. Cek Filter Udara

Filter udara merupakan salah satu komponen vital pada sepeda motor. Bagi yang belum tahu, filter udara berfungsi menyaring udara kotor agar tidak masuk ke sistem injeksi atau karburator dan memastikan ruang bakar agar tetap bersih. Jika filter sudah kotor, maka performa mesin juga akan loyo.

Cara membersihkannya juga relatif mudah, hanya tinggal menyemprot dengan tekanan angin dan debu-debu yang ada didalamnya akan keluar dengan sendirinya.

Atau yang paling aman yaitu mengganti filternya, supaya mudik kalian tidak terbebani dengan performa kendaraan.

6. Cek Panel, Saklar, dan Lampu

Untuk mengetahui pengecekan ini, kalian harus menyalakan mesin motor terlebih dahulu. Dan dari situ bisa dilihat lebih dulu lampu utama, lampu belakang dan juga lampu jauh apakah masih menyala dengan stabil atau tidak.

Lebih dari itu, lampu rem juga harus diperhatikan karena sangat berpengaruh pada kondisi perjalanan kalian.

Kemudian cek lampu sen kiri dan kanan depan belakang, apakah masih oke atau tidak. Jika sudah, kini bisa beralih untuk cek klakson agar kondisinya tetap terjaga ketika perjalanan jauh.

7. Cek Performa Mesin

Mengecek performa mesin sebenarnya sangat mudah karena Anda hanya perlu menarik gas secara perlahan hingga top performance. Saat itu kita bisa dengarkan dan rasakan bahwa mesin dalam kondisi bagaimana.

Selain itu, kita harus melihat spedometer agar bisa menentukan kendaraan yang dibawa bisa mencapai sejauh mana.

Tak lupa, Anda harus melihat kondisi timing belt agar tarikan gas tetap terjaga dengan baik ketika digunakan dalam perjalanan.

Perlu diingat, setiap kendaraan pasti berbeda-beda cara pengecekan mesin. Sebab, daya setiap kendaraan juga berbeda.