Tosari tersangka beserta barang bukti petasan saat diamankan polisi, Kecamatan Singosari (Foto : Polsek Singosari for MalangTIMES)

Tosari tersangka beserta barang bukti petasan saat diamankan polisi, Kecamatan Singosari (Foto : Polsek Singosari for MalangTIMES)


Editor

A Yahya


MALANGTIMES - Maraknya bahan peledak yang dijual saat memasuki ramadan dan menjelang lebaran, membuat jajaran Polres Malang mengerahkan pasukannya guna meminimalisir peredaran petasan yang dapat membahayakan. Hasilnya, seorang produsen sekaligus penjual petasan, berhasil diringkus jajaran Unit Reskrim Polsek Singosari, Rabu (29/5/2019) tengah malam.

Tersangkanya diketahui bernama Tosari, warga Dusun Kreweh, Desa Gunungrejo, Kecamatan Singosari. Kakek berusia 84 tahun ini, diamankan petugas karena kedapatan memproduksi serta menjual petasan. “Setelah melakukan penelusuran dan menemukan bukti yang kuat, tersangka Tosari akhirnya kami amankan saat yang bersangkuan ada di rumahnya,” kata Kanit Reskrim Polsek Singosari, Iptu Supriyono, kepada malangtimes.com, Kamis (30/5/2019).

Ketika menggerebek rumah tersangka yang berlokasi di Dusun Kreweh, Desa Gunungrejo. Anggota korps berseragam coklat ini, juga menyita berbagai barang bukti. Di antaranya satu petasan ukuran besar dengan panjang 20 sentimeter dan diameter 11 sentimeter, satu petasan dengan diameter 8 sentimeter dan panjang 20 sentimeter, dua renteng petasan dengan panjang masing-masing 12 meter dan 9 meter, serta beberapa perlengkapan membuat petasan seperti serbuk dan peralatan khusus juga turut disita petugas. 

“Kasus ini masih dalam proses pengembangan, diduga kuat masih banyak pelaku lain yang terlibat dalam jaringan pembuatan dan penjualan petasan tersebut,” terang Supriyono kepada MalangTIMES.com. 

Diperoleh keterangan, terungkapnya kasus ini bermula dari informasi masyarakat, jika di wilayah Kecamatan Singosari marak ditemukan peredaran petasan yang membahayakan.

Mendapat informasi tersebut, personel Unit Reskrim Mapolsek Singosari dikerahkan ke lapangan guna melakukan penelusuran. Hasilnya, polisi mendapat keterangan jika sebagian peredaran petasan di produksi dan dipasarkan oleh tersangka Tosari. 

Mengetahui jika pembuatan petasan dilarang, karena dapat membahayakan. Petugas akhirnya dikerahkan untuk mengamankan pelaku. Lantaran tertangkap tangan, tersangka akhirnya hanya bisa pasrah saat digelandang ke Mapolsek Singosari. “Akibat perbuatannya, tersangka kami jerat dengan Undang-undang Darurat nomor 12 tahun 1951, tentang kedapatan menyimpan dan memiliki benda berbahaya,” tegas mantan KBO Satreskrim Polres Malang ini. 

Sementara itu, tersangka Tosari menuturkan jika dirinya sudah menggeluti bidang produksi petasan sudah sejak tahun lalu. Sedangkan cara pemasarannya, kakek yang berusia lebih dari kepala 8 ini, mengaku hanya membuat petasan jika ada pesanan saja. “Bahan baku pembuatan petasan ini, saya beli dari toko bangunan. Sedangkan pembuatan petasan, hanya pas ada pesanan saja,” ujar tersangka Tosari saat dimintai keterangan polisi.

End of content

No more pages to load