Pembatasan Operasional Kendaraan Barang Berlaku Nanti Malam, Catat Jadwal dan Ruas Jalan Yang Dilarang

May 30, 2019 20:45
Ilustrasi larangan kendaraan barang beroperasional di beberapa hari menjelang lebaran dan sesudahnya (Ist)
Ilustrasi larangan kendaraan barang beroperasional di beberapa hari menjelang lebaran dan sesudahnya (Ist)

MALANGTIMES - Informasi resmi pembatasan operasional kendaraan barang pada Hari Raya Idul Fitri 1440 H, khususnya kendaraan dengan jumlah izin berat (JIB) lebih dari 14 ribu kilogram (Kg) disampaikan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang.

Baca Juga : Bakal Ditutup Setiap Hari, Ini Jalur Yang Terapkan Physical Distancing di Kabupaten Malang

Kepala Dishub Kabupaten Malang Hafi Lutfi mengatakan, pembatasan operasional kendaraan barang sebagai tindaklanjut Peraturan Menteri (Permen) Perhubungan RI No PM 37 tahun 2019. Mulai berlaku pada tanggal 30 Mei 2019 pukul 00:00 WIB sampai dengan 2 Juni 2019 pukul 24:00 WIB. Dilanjut pada tanggal 8 Juni 2019 pukul 00:00 WIB sampai dengan 10 Juni 2019 pukul 24:00 WIB.

"Pembatasan operasional kendaraan barang berlaku di ruas jalan tol Pandaan - Malang serta jalan nasionalnya," kata Hafi Lutfi, Kamis (30/05/2019) kepada malangtimes.com.

Pembatasan operasional kendaraan barang selain berlaku untuk kendaraan dengan JIB lebih dari 14.000 kg. Yakni dengan spesifikasi meliputi, mobil barang dengan sumbu 3 atau lebih, dan mobil barang gandengan.

Juga mengikat terhadap mobil barang yang mengangkut bahan galian atau bahan bangunan, meliputi tanah pasir dan batu.

Baca Juga : Tanggapan Resmi Gojek dan Grab soal Fitur Ojek Online yang Hilang dari Aplikasi

Pembatasan operasional tersebut dalam upaya arus mudik khususnya di jalan tol Mapan dan jalan nasional di Kabupaten Malang, tidak mengalami kemacetan parah.  "Ini untuk mengantisipasi kemacetan di jalan raya saat arus mudik. Karena kendaraan barang dengan spesifikasi itu tentunya akan memenuhi ruas jalan dan kecepatannya tidak bisa melaju kencang," ujar Lutfi.

Tapi, pembatasan operasional kendaraan barang di atas, tidak berlaku bagi beberapa mobil barang pengangkut yang berhubungan dengan kebutuhan masyarakat. Misalnya, mobil barang pengangkut BBM, barang ekspor-impor ke pelabuhan, air minum, ternak, dan hantaran pos-uang. "Yang boleh beroperasi mobil pengangkut barang bahan makanan pokok meliputi, beras, tepung terigu, jagung dan lain-lain," ucap mantan Kepala BPBD Kabupaten Malang ini.

Lutfi juga menggarisbawahi untuk kendaraan barang tersebut juga, para pemilik wajib mengikuti aturan kelayakan jalan. "Kami mengimbau kepada para perusahaan angkutan barang agar kendaraan yang digunakan harus layak jalan sesuai kelas jalan," pungkasnya.

Topik
Pembatasan Operasional Kendaraan Baranghari raya Idul Fitri 1440 Hdishub kabupaten malangTol Pandaan Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru