MALANGTIMES - Pembangunan revitalisasi beberapa pasar di Kota Malang masih mangkrak. Ya, seperti Pasar Belimbing, Pasar Gadang, dan Pasar Besar hingga kini masih tak terjangkau pembenahannya.

Keberadaan pasar tersebut semakin lama semakin tak terawat dan kotor. Pasalnya, mangkraknya proses untuk revitalisasi pasar masih terhambat dengan adanya perjanjian kerjasama (PKS) yang melibatkan pihak ketiga, dan belum menemui solusi.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang, Wahyu Setianto mengatakan permasalahan pasar tradisional tersebut hingga saat ini masih menjadi pekerjaan rumah (PR) yang belum terselesaikan. Karena terhambat perjanjian kerjasama, pihaknya urung melakukan pengerjaan fisik.

"Kita masih mencarikan solusi untuk pasar tradisonal ini. Kalau dilakukan pengerjaan fisik itu kan jelas menyalahi aturan, karena masih terhambat di proses PKS itu," ujar dia.

Terkait kondisi pasar yang tampak tidak terawat dan kotor, pihaknya hanya bisa melakukan perawatan yang tidak seberapa. Seperti pembenahan gorong - gorong, lapak, atau atap yang bocor. 

"Ya sementara hanya hal - hal kecil yang bisa dibenahi agar tidak terlihat semrawut. Lebih dari itu ndak bisa, karena aturannya sudah seperti itu," imbuh dia.

Lebih lanjut, Wahyu menegaskan bahwa tidak bermaksud membiarkan kondisi tiga pasar tradisonal tersebut. Namun untuk pembenahan fisik harus sesuai dengan aturan. Karena, untuk mengajukan anggaran melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak akan bisa selama masih terkendala PKS.

"Ingat ya, kami bukannya membiarkan. Tapi aturannya jelas, selama ada PKS maka kami tidak bisa anggarkan itu di APBD," pungkasnya.