Gerbang tol Singosari di ruas Tol Malang-Pandaan. (Foto: binamarga.pu.go.id)
Gerbang tol Singosari di ruas Tol Malang-Pandaan. (Foto: binamarga.pu.go.id)

MALANGTIMES - Untuk mengantisipasi tumpukan kendaraan di ruas-ruas tol, Kementerian Perhubungan membatasi operasional angkutan truk barang. Larangan tersebut, salah satunya berlaku di Tol Malang-Pandaan dan juga di ruas-ruas jalan nasional di Indonesia. 

Peraturan Menteri Perhubungan nomor 37/2019 tentang Pengaturan Lalu Lintas Pada Masa Angkutan Lebaran Tahun 2019 tersebut diundangkan sejak 16 Mei lalu dan berlaku mulai hari ini (30/5/2019) mulai pukul 00.00 WIB. Selain pelarangan operasional terhadap truk barang, kementerian juga menutup unit pelaksana penimbangan kendaraan bermotor. 

Baca Juga : Tanggapan Resmi Gojek dan Grab soal Fitur Ojek Online yang Hilang dari Aplikasi

Dalam beleid tersebut, pembatasan operasional itu terjadi di ruas jalan tol meliputi Tol Malang-Pandaan, Pasuruan-Probolinggo, Gempol-Pasuruan, Gempol-Pandaan, Mojokerto-Surabaya, Kertosono-Mojokerto, Ngawi-Kertosono, Solo-Ngawi, Semarang-Solo, hingga Tol Terbangi Besar-Bakauheni. 

Pembatasan berlaku mulai 30 Meni 2019 hingga 2 Juni 2019 pukul 24.00 WIB. Kemudian berlanjut pada 8 Juni 2019 hingga 10 Juni 2019 atau saat arus balik. Kemenhub juga menutup unit pelaksana penimbangan kendaraan bermotor mulai 29 Mei hingga 12 Juni 2019 di seluruh Pulau Jawa, Bali dan Lampung. 

Meski sudah ada pembatasan kendaraan besar di jalur tol, PT Jasamarga Pandaan Malang (JPM) mengimbau pengendara untuk tetap fokus saat melintasi ruas Tol Malang-Pandaan. "Memang ada titik rawan yang perlu diwaspadai di antara kilometer 70 hingga kilometer 80 karena di sana ada tanjakan dan turunan," sebut Humas PT JPM Agus Tri Antyo. Menurut Agus, jalur tersebut berada di antara kawasan Purwodadi dan Lawang. 

Selain itu, di sana juga terdapat titik-titik rawan kabut yang perlu diwaspadai pengendara. Terutama yang memilih bepergian di malam hingga pagi hari. "Sudah kami pasang rambu-rambu rawan kabut. Munculnya kabut juga jarang, tetapi harus tetap hati-hati," urainya. 

Baca Juga : Sering Dilalui Tapi Kini Ditutup, Berikut Jalur Alternatif yang Disediakan Polres Malang

Sejak dioperasionalkan pada 13 Mei lalu, setiap hari ada sekitar 25 ribu kendaraan yang melintas. Jumlah tersebut diprediksi akan meningkat pada H+1 lebaran saat banyak wisatawan yang menuju Malang Raya untuk menikmati libur lebaran.