MALANGTIMES - Ada kaum perusak yang hidup melintasi zaman. Dicatat dalam berbagai kitab serta terdapat dalam berbagai mitologi dan cerita rakyat di berbagai negara. 

Sebuah kaum yang menurut Ibnu Katsir merupakan keturunan Adam dari keturunan Nuh dari anak keturunan Yafits yakni nenek moyang bangsa Turki yang diisolir oleh tembok/benteng tinggi yang dibangun oleh Zulkarnain.


Kaum yang sangat suka berperang, keras, kasar, biadab, sombong, dan gigih dalam merusak bumi dan isinya. Merampok, membunuh, merusak, memperkosa korbannya adalah bagian dari kesenangan kaum yang disebut Ya’juj dan Ma’juj. Dua bangsa yang secara populasi ditakdirkan Allah dengan perbandingan jumlah 1:999. Dimana, saat jumlah manusia cuma 1 orang maka, di bangsa Ya'juj dan Ma'juj terdapat 999 orang.

Kekuatan jumlah inilah yang membuat bangsa Ya'juj dan Ma'juj sombong. Sebuah hadits Nabi Muhammad, menyampaikan, ketika mereka telah berhasil membunuh seluruh penduduk bumi, maka mereka melemparkan anak panah dan tombak keatas awan, kemudian mereka beranggapan bahwa mereka telah berhasil membunuh penduduk langit (para malaikat), karena anak panah dan tombak mereka kembali dengan berlumuran darah.

Tidak ada yang mampu menaklukkan kebrutalan dua bangsa yang sempat dikurung oleh Raja Zulkarnain. Di sebuah pegunungan, dimana Zulkarnain membuat dinding besi yang mengurung kaum Ya'juj dan Ma'juj.

Tapi, takdir Ya'juj dan Ma'juj adalah sebagai pertanda akhir zaman di dunia. Maka dinding besi yang dibangun Zulkarnain oleh kegigihan mereka bisa dijebol dan mereka bisa keluar. Di masa itu, mereka akan turun dari pegunungan dengan cepat dan tergesa-gesa untuk membuat kerusakan di muka bumi.

Keluarnya Ya'juj dan Ma'juj yang tidak ada seorang manusia pun mampu memeranginya, membuat Allah menitihkan Isa seperti dalam hadits An-Nawwas bin Sam’an. Allah memerintahkan Isa untuk menjauhkan kaum mukminin dari jalan yang ditempuh Ya'juj dan Ma'juj seraya berfirman: “Kumpulkan hamba-hamba-Ku ke gunung Ath-Thur.”

Selama tujuh tahun kaum Muslim terpaksa harus menyalakan api selama lebih kurang tujuh tahun untuk berlindung dari penyerangan dan panah-panah Ya'juj dan Ma'juj. Hingga akhirnya Isa berdoa kepada Allah agar mengirimkan bantuan dan doa itu pun dikabulkan. 

Allah SWT mengirim sejenis ulat untuk menyerang leher mereka sehingga menyebabkan mereka binasa. Mayat-mayat mereka lantas bergelimpangan dan bau busuk menyengat. Untuk membersihkan itu semua, Allah SWT lalu mengirim burung-burung untuk mengangkuti mayat-mayat tersebut, serta mengirim hujan untuk membersihkannya.